Naik Kereta Bareng Pemudik ke Jateng, Ganjar dan Istri Jadi Tempat Curhat

JAKARTA (Asatu.id) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo beserta istri dan anak turut mudik bareng warga Jateng yang naik kereta ekonomi Menoreh jurusan Stasiun Pasar Senen Jakarta – Stasiun Tawang Semarang, Minggu (2/6).

Selain jadi rebutan salaman dan selfie, Ganjar dan istri juga jadi tempat curhat dadakan bagi para pemudik yang membuat suasana jadi hangat dan akrab.

Ganjar berjalan menuju peron lima belas menit sebelum kereta meluncur. Sebelum semboyan 35 dan 41 (peluit) dibunyikan, Ganjar berjalan menyusuri delapan gerbong menyapa para pemudik.  Mengetahui gubernurnya melintas, sontak para pemudik berebut salam dan selfie.

“Pak Ganjar matur nuwun, nggih pak. Kulo mudik bareng bojo lan anak (pak Ganjar terimakasih ya. Saya mudik bareng istri dan anak)” kata salah satu pemudik, yang banyak ditirukan para pemudik lain.

Ungkapan terimakasih itu diungkapkan karena seluruh penumpang kereta Menoreh itu mendapat fasilitas mudik gratis dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kereta Menoreh merupakan kereta ketiga atau yang terakhir dari yang disiapkan Pemprov Jateng untuk warganya yang hendak mudik ke berbagai penjuru wilayah di Jateng.

Pada Minggu pagi, Ganjar telah melepas kereta Gajahwong menuju Kutoarjo dan membawa 720 penumpang. Sementara siang harinya Ganjar melepas kereta Singasari dengan kapasitas 448 penumpang yang meluncur ke Solo. Untuk kereta Menoreh yang ditumpangi Ganjar yang menuju Semarang ini berkapasitas 640 penumpang. Karena hampir semua pemudik itu dia temui, otomatis banyak wadulan, permintaan dan curhatan yang Ganjar terima.

“Para pemudik ini malah mintanya bukan hanya mudik ke Jawa Tengah saja yang gratis, tapi ketika mereka balik ke Jakarta juga mintanya gratis,” kata Ganjar.

Begitu semboyan 35 dibunyikan, suami Siti Atikoh itu langsung menuju tempat duduk. Ganjar beserta istri dan anak duduk di kursi 12 C, 12 D dan 11 D pada gerbong pertama. Seperti halnya ketika melintas di tujuh gerbong sebelumnya, sang gubernur langsung jadi sasaran rebutan salaman dan selfi. Menariknya, pemudik satu gerbong itu mengantre satu persatu duduk di samping gubernur untuk selfie.

Merasa mendapat kesempatan duduk berdampingan dengan Ganjar, tidak sedikit warga yang melontarkan guyonan maupun curhatan atau bahkan minta doa. Zulaikha (43) salah satunya yang minta agar anaknya didoakan kesehatan dan juga masa depannya.

“Ini anak kedua saya pak Gub, baru berumur 13 bulan. Jarak dengan anak pertama 20 tahun. Minta doanya agar anak saya ini tetap sehat dan cerah masa depannya,” katanya.

Selain permintaan kereta gratis untuk arus balik dan  lantunan doa untuk anak berusia 13 bulan. Ganjar juga berbincang dengan pemudik lain, kebanyakan soal pekerjaan.

Selain Ganjar, ternyata Siti Atikoh, istri Ganjar juga jadi tempat curhat. Bukan oleh ibu-ibu, cewek maupun bapak-bapak. Tapi oleh pemuda asli Pekalongan yang bekerja di bidang desain interior furniture. Bukan soal percintaan atau cara pembagian THR lebaran. Choirul Ridwan, namanya.

“Sandal saya hilang satu, Bu. Padahal ini sandal Lyly, ini langka lho Bu. Soalnya tadi saya terburu-buru, ketika melangkah di peron sandal saya keinjak dan akhirnya jatuh,” kata Ridwan.

Tidak menyangka dengan curhatan lelaki tambun itu, sontak membuat Atikoh terbahak. Namun Atikoh tidak mau kalah, dia mencoba menjawab dan memberi solusi pada curhatan Ridwan.

“Pakai sandalku mau?,” kata Atikoh yang membuat sebagian besar penghuni gerbong tertawa. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *