Wali Kota Apresiasi Posko Mudik Lebaran GP Ansor dan Jemaat GKI Semarang

SEMARANG (Asatu.id) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi apresiasi pendirian Posko Mudik Lebaran 2019 oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Semarang.

Sebab, kata Hendi, selain sangat bermanfaat bagi para pemudik yang melintasi Kota Semarang, posko bertajuk “Peduli Kasih” dari lintas agama ini bisa menjadi bukti bahwa kota ini sangat tinggi tingkat toleransi dan kebersamannya.

“Simbolnya luar biasa, simbol kerukunan umat antar agama. Ada Ansor-Banser, ada Jemaat GKI. Perbedaan-perbedaan seperti ini yang kadang-kadang dijadikan persoalan, antar agama tidak akur, antar etnis tidak kompak,” katanya, Kamis (30/5).

Lebih lanjut Hendi sapaan akrab Walikota Semarang itu mengungkapkan, dengan adanya posko Peduli Kasih tersebut secara tidak langsung Kota Semarang membuktikan bahwa warganya memiliki sikap toleransi yang tinggi.  “Sekarang kita buktikan bahwa Kota Semarang harus menjadi,” ungkapnya.

Menurutnya, yang patut menjadi perhatian bersama jelang lebaran ini adalah persoalan kondusifitas. Di luar kota Semarang, kondusifitasnya sedikit tercabik-cabik, terutama di Kota Jakarta, sebagai dampak dari sebuah proses politik bernama Pemilu 2019. Dia mengajak masyarakat untuk bersyukur, karena budaya di Kota Semarang sangat dinamis.

“Kalau kemudian tidak kita rawat, ada yang mengedepankan ego, merasa mayoritas, maka bisa tidak kondusif lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua GP Ansor Kota Semarang, Rahul Saiful Bahri mengungkapkan, posko lintas agama “Peduli Kasih” ini salah satu posko dari sembilan posko yang dibangun dalam rangka menyambut arus mudik.

“Posko ini berkat kerja sama dan huhungan toleransi yang baik antara Ansor dan GKI. Pak Rahmad (dari GKI) ajak, langsung saya terima. Ansor selalu bisa bekerja sama untuk kebinekaan dan NKRI,” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *