Tekan Korupsi, Kejati Jateng Canangkan Pelayanan Terpadu Satu Pintu

SEMARANG (Asatu.id) – Kejaksaan Tinggi (Kejati)  Jateng mencanangkan program Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) kepada masyarakat di Jawa Tengah untuk memaksimalkan kinerja jaksa.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jateng, Sadiman, mengatakan pihaknya ingin agar Kejaksaan dapat memberikan pelayanan yang profesional bagi masyarakat melalui program tersebut. Menurutnya, program ini bertujuan untuk mendapat predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK)

“Ini juga dalam rangka program bebas korupsi, sehingga semua masyarakat yang datang ke Kejati dilayani di PTSP ini,” kata Sadiman, Jumat (31/5).

Sadiman mengaku, program PTSP ini sebetulnya sudah dirintisnya sejak tahun 2018. Namun demikian, tahun ini Kejati Jateng ingin mengoptimalkan kembali program tersebut.

“Sudah, tahun kemarin sebetulnya. Ini kami mulai lagi dan kami optimalkan,” imbuh dia.

Kajati mengatakan di wilayah Jawa Tengah terdapat enam Kejaksaan Negeri yang sudah turut memulai program PTSP, yakni Kota Semarang, Solo, Brebes, Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Demak.

Selain PTSP, lanjut dia, Kejati Jateng  juga menyediakan mesin X Ray untuk pengunjung, untuk mengantisipasi adanya terorisme. “Selain itu juga menghindari pengunjung membawa uang. Pokoknya semua steril,” katanya.

Dengan program PTSP ini, Kajati menargetkan predikat WBK dan WBBM bisa tercapai, di mana program ini akan dinilai pada bulan Juni 2019.

“Ada enam kantor kejaksaan negeri di wilayah Jawa Tengah yang diajukan penilaian WBK dan WBBM, yakni Semarang, Surakarta, Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, dan Brebes. Penilaian dilakukan sekitar bulan Juni 2019,” tandasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *