Dishub Kota Semarang Mulai Berlakukan Batas Operasional Angkutan Barang

SEMARANG (Asatu.id) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang akan memberlakukan batas operasional angkutan barang pada H-6 atau akan mulai diberlakukan pada Jumat (31/5) besok.

Kabid Pengendalian dan Penertiban Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan mengatakan, pemberlakuan batas operasional angkutan barang tersebut menyusul diberlakukannya Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) RI Nomor PM 37 tahun 2019.

Dalam rangka menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran lalu lintas dan angkutan, serta mengoptimalkan penggunaan lalulintas.

“Pembatasan operasional angkutan barang yang dimaksud yakni mobil barang dengan jumlah izin berat yang diizinkan (JIB) lebih dari 14.000 kilogram,” katanya, Kamis (30/5).

Pembatasan ini lanjut Danang, berlaku bagi mobil barang dengan sumbu 3 atau lebih, mobil barang gandengan, mobil barang dengan kereta tempelan, dan mobil barang yang digunakan untuk mengangkut bahan galian, tambang, maupun bangunan.

“Pembatasan operasional mobil barang saat arus mudik berlaku mulai 31 Mei pukul 00.00 hingga 2 Juni 2019 pukul 24.00,” paparnya.

Dia melanjutkan, saat arus balik pembatasan operasional mobil barang juga akan kembali diberlakukan mulai 8 Juni 2019 pukul 00.00 hingga 10 Juni 2019 pukul 24.00. Pembatasan tersebut berlaku untuk ruas jalan tol maupun jalan nasional.

Di sisi lain, sebut Danang, pembatasn tersebut tidak berlaku bagi mobil barang pengangkut bahan bakar minyak (BBM) atau bahan bakar gas (BBG), ternak, air minum dalam kemasan, bahan pangan, uang dan pos, truk pengangkut motor mudik gratis, dan barang ekspor dan impor dari dan ke pelabuhan.

“Jika ada mobil angkutan barang yang melanggar akan kami tindak tegas. Kami akan memberhentikan, tidak boleh melanjutkan perjalanan, dan kembali ke arah asal,” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *