H-7 Lebaran, Belum Ada Kenaikan Intensitas Kendaraan di Kota Semarang

SEMARANG (Asatu.id) – Kabid Pengendalian dan Penertiban Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Danang Kurniawan mengatakan, belum ada kenaikan intensitas kendaraan yang melintas di Kota Semarang.

Sementara dari pantauan, arus lalu-lintas di Jalan Walisongo dan Jalan Siliwangi yang merupakan bagian jalur panutura masih terlihat normal, Rabu (29/5) siang.

Meskipun arus kendaraan dari arah barat masih didominasi kendaraan truk, beberapa mobil pribadi berplat luar kota sudah terlihat. Sementara, arus kendaraan dari arah timur didominasi oleh mobil pribadi dan kendaraan bermotor. Beberapa orang juga mulai terlihat menunggu bus di pingir jalan.

“Pada H-7 sudah ada beberapa kendaraan berplat luar daerah yang memasuki Kota Semarang namun belum terlalu signifikan. Arus lalu lintas juga terpantau lancar,” Kata Danang, Rabu (29/5).

Lebih lanjut, Danang mengungkapkan, Dishub Kota Semarang sudah melakukan pemantauan arus mudik mulai H-7. Danang memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi H-5 atau pada tanggal 31 Mei 2019 mendatang.

“Lebaran tahun ini polanya lain, harapan kami karena tol trans Jawa sudah nyambung sampai Jawa Timur jadi keramaian di Kota Semarang bisa sedikit kami eliminir dari tahun kemarin,” ujarnya

Sementara itu seorang pemudik, Zamiri bersama keluarganya sedang menunggu bus jurusan Solo-Semarang di pinggir Jalan Siliwangi. Dia mengikuti mudik gratis BUMN dari Jakarta menuju Semarang. Dia bersama keluarga akan melanjutkan perjalanannya ke Kota Solo.

“Saya dari Jakarta mau ke Solo. Karena busnya hanya sampai Semarang, saya turun di sini dan sedang nunggu bus jurusan Solo,” tutur Zamiri.

Zamiri memaparkan, perjalanan dari Jakarta menuju Semarang menggunakan Tol Trans Jawa. Dia bersama rombongan berangkat dari Jakarta pukul 03.00 dan tiba di Semarang pukul 11.00.

“Alhamdulillah lewat tol lancar, enak, tidak macet. Kalau mudik tahun lalu waktunya lebih lama karena dulu belum asa tol,” tutur pria yang sudah mengikuti mudik gratis dua kali ini.

Sementara itu, seorang warga Kota Semarang, Nur Huda juga mengaku sedang menunggu bus jurusan Semarang-Solo. Dia berniat untuk mengantarkan istri dan anak mudik ke Kampung Halaman di Boyolali.

“Ini mau ngantar anak istri mudik. Nanti kembali lagi ke Semarang karena saya masih harus bekerja. Saya antar anak istri dulu lebih awal biar mudiknya lancar. Kalau sudah mepet lebaran takutnya nanti macet,” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *