Gelar Razia Kos-kosan, Belasan Pasangan Tidak Resmi Dijaring Satpol PP

SEMARANG (Asatu.id) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang menggelar razia kos-kosan sebagai upaya penertiban dan menjaga kondusivitas Kota Semarang selana bulan suci Ramadan, Selasa (28/5).

Razia yang dipimpin langsung oleh Kasatpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto itu, difokuskan di salah satu kos-kosan elite yang bertempat di Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Gayamsari, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.

Dalam operasi tersebut, Satpol PP Kota Semarang melakukan pendataan terhadap belasan pemuda-pemudi yang didapati berdua dalam satu kamar tanpa memiliki status menikah.

“Kita amankan, kita sita KTP mereka, ada kurang lebih 20 KTP yang kita sita untuk kita data. Sebagian besar pasangan muda-mudi dengan status mahasiswa dan hampir semua berasal dari luar kota,” kata Fajar Purwoto usai melakukan razia.

Lebih lanjut, Fajar mengungkapkan, razia kali ini bertujuan untuk menjaga kondusivitas Kota Semarang selama bulan suci Ramadan. Apalagi saat ini pihaknya banyak nenerima laporan dari warga, bahwa banyak pasangan muda-mudi yang sering kali terlihat satu kamar di dalam kos-kosan tanpa status menikah.

“Kita sudah beberapa kali melakukan razia di tempat ini, dari tahun 2005 kita sudah peringatkan pemilik kos-kosan untuk melakukan pengawasan, namun dari pemilik tidak ada respon baik,” ungkapnya.

Dalam operasi tersebut, lanjut Fajar, pihaknya mengaku sempat mengalami kesulitan, karena beberapa penghuni kos sengaja mematikan lampu kamar untuk mengelabui petugas, bahkan beberapa ada yang bersembunyi di kamar mandi.

“Ada yang sembunyi di kamar mandi, takut kita tangkap, ada juga yang bebar tidak mau keluar lamou kamar sengaja di matika, tidak apa-apa, kali ini hanya kita data besok-besok jika masih seperti ini kami lakukan tindakan tegas,” tegasnya.

Dengan banyaknya pasangan tidak resmi yang sebagian besar berstatus mahasiswa tersebut, pihaknya menyayangkan, apalagi saat ini merupakan bulan suci Ramadhan. Ditambah lingkungan kos tersebut berdekatan dengan salah satu masjid yang cukup besar di daerah tersebut.

“Sangat disayangkan dengan apa yang mereka lakukan, apalagi ini kan bukan Ramadan. Harapannya dengan razia ini mereka bisa sadar dan tidak melakukan hal-hal yang akan merugikan dia sendiri. Apalagi yang kasihan nanti lingkungan dan warga yang lain jika ini tetap dibiarkan,” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *