30 Tahun Menanti, Warga Tandang Akhirnya Miliki Jalan Penghubung

Anggota DPR RI Juliari Peter Batubara saat meninjau jalan penghubung di Delikrejo, Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang.

SEMARANG (Asatu.id) – Menanti selama 30 tahun lebih, warga di dua wilayah Delikrejo RW XI dan RW X, Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang kini bisa lega. Pasalnya mereka yang berada di dua wilayah tersebut saat ini sudah memiliki jalan penghubung.

Sebelumnya, warga yang tinggal di daerah tersebut harus berputar jauh untuk saat hendak mengunjungi antardaerah tersebut. Ini mengingat akses terdekat, yakni jalan trotoar yang ada hanya berbentuk jurang yang berbahaya jika dilalui.

Jalan penghubung antar-RW dengan panjang 100 meter dan lebar 3 meter itu bisa dibangun setelah warga memperoleh bantuan dari program corporate social responsibility (CSR) dari salah satu perusahaan BUMN.

Sebelumnya warga mengajukan proposal untuk pengajuan pembangunan jalan dengan anggaran Rp 150 juta. Proposal itu kemudian dititipkan ke anggota DPR RI Juliari Peter Batubara.

Juliari P Batubara itulah, BUMN tergerak untuk menyalurkan bantuan CSR-nya dengan membangun konstruksi cor beton berbentuk jembatan penghubung dengan nilai Rp 150 juta.

“Sebelum ini tidak ada jalan penghubung antara RW XI dan RW X di Kelurahan Tandang ini. Karena kontur tanah di wilayah ini yang berbukit-bukit dan jalan sangat susah untuk dibangun,” Kata Ketua RW XI, Kelurahan Tandang Sukaton saat menerima kunjungan Juliari, Jumat (24/5).

Ia menambahkan sebelum jalan tersebut dibangun, hanya ada jalan setapak dengan sistem tangga naik turun. Maka, dengan adanya jalan yang dibangun dengan kontruksi mirip jembatan ini, komunikasi warga menjadi lebih baik karena ada jalur penghubung. Demikian pula ekonomi warga pun juga terangkat karena setelah ada jalan beberapa warga membuka usaha warung.

“Sudah satu tahun ini warga bisa menikmati kemudahan akses berkat bantuan CSR pembangunan jalan penghubung ini. Dan ini sangat bermanfaat bagi warga,” katanya.

Sementara itu, Anggota DPR RI Juliari Peter Batubara mengatakan, setiap BUMN memang ada anggaran untuk bina lingkungan. Pihaknya juga berterima kasih kepada PGN atas pembangunan jalan penghubung RW XI dan RW X ini.

“Kami berharap jalan ini dirawat dengan baik oleh warga. Selain itu kami juga berharap jalan tersebut bisa memberi manfaat positif bagi masyarakat sekitar. Yang mau sekolah bisa lebih cepat sampai, yang kerja juga makin cepat, dan silaturahmi antarwarga bisa lebih terjalin dengan baik,” katanya, usai meninjau jalan di Keluarahan Tandang tersebut.

Dia juga berharap BUMN tak hanya mencari keuntungan saja, tapi juga menyisihkan profitnya untuk kebutuhan lingkungan sekitar. Apalagi tak semua masalah sosial di masyarakat, bisa di-cover oleh anggaran APBD maupun APBN.

“Tidak semua pembangunan atau perbaikan infrastruktur untuk warga bisa langsung dengan cepat di cover oleh APBD, ini salah satu fungsi fan manfaat daripada BUMN untuk mensejahterakan masyarakat. Dan harapannya hal seperti ini bisa terus berlanjut,” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *