Komisi XI DPR RI : Tolong Jangan Impor Bawang

Komisi XI DPR RI : Tolong Jangan Impor BawangSEMARANG (Asatu.id) – DPR RI melalui Komisi XI mendesak pemerintah untuk tidak melakukan impor atas sejumlah komoditas kebutuhan pokok yang dikonsumsi masyarakat. Selain untuk menjaga produksi lokal juga untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga.

Anggota Komisi XI DPR RI Amirul Tamim saat melakukan kunjungan kerja meninjau Pasar Johar (relokasi dekat MAJT), Kamis (23/5) siang, mengatakan dalam kegiatan tersebut Komisi XI menemukan komoditas bawang putih yang ternyata merupakan produk impor.

“Saya pikir budidaya bawang putih harus dilakukan untuk menekan angka impor, apalagi saat ini 95% bawang putih di negeri ini masih impor. Walau begitu saya mengapresiasi langkah pemerintah dalam menstabilkan harga bawang putih,” katanya.

Tak hanya bawang, anggota dewan dari Fraksi PPP tersebut juga berharap pemerintah bisa menjaga sejumlah komoditas kebutuhan pokok lainnya untuk tidak tergantung pada impor dan mendorong produksi lokal, seperti daging potong, cabe lombok, beras, dan bahan pokok lainnya.

“Kami melakukan tinjauan ke Pasar Johar Semarang ini belum ada kenaikan harga bahan pokok, semua masih normal. Namun saya harap pemerintah selalu melakukan pengecekan dan pengendalian harga terutama pada H – 3 Lebaran,” katanya.

Senada dengan Amirul Tamim, anggota Komisi XI Eva Kusuma Sundari saat kunjungan kerja tinjauan Pasar Johar tersebut juga menyoroti soal ketersediaan bahan-bahan pokok yang dikonsumsi masyarakat, terutama menjelang Lebaran.

“Biasanya mendekati Lebaran tingkat konsumsi masyarakat pasti melonjak, oleh karena itu pemerintah bisa menjaga ketersediaan bahan-bahan pokok benar-benar tercukupi, karena itu penting. Biasanya yang tingkat konsumsinya tinggi itu seperti daging sapi, ayam potong, cabe, bawang, dan beberapa bahan pokok lainnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *