Peringati Nuzulul Qur’an, Hendi Ajak Warga Tetap Jaga Kondusivitas

SEMARANG (Asatu.id) – Memasuki Ramadan hari ke-17, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi beserta jajarannya menghadiri acara Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Agung Kota Semarang, Alun-alun Barat Semarang, Selasa (21/5). Acara tersebut turut dihadiri tokoh masyarakat, ulama, camat dan jajaran muspida.

Peringatan Nuzulul Qur’an itu sendiri merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Takmir Masjid Agung Semarang setiap malam 17 Ramadan. Kegiatan Nuzulul Quran diawali dengan Salat Isya dan tarawih kemudian dilanjutkan pembacaan istighosah, berbarengan dengan pembacaan Alquran 30 juz dan manakib.

Dalam kegiatan tersebut, Hendi biasa wali kota disapa meminta masyarakat untuk menggunakan Ramadan sebagai momentum bagi warga untuk melebur menjadi satu, melupakan perbedaan pilihan pada masa kampanye Pemilu yang lalu dan selanjutnya berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan.

“Setelah Pemilu 17 April, masa kampanye 6 bulan ada yang memilih 01 atau 02, partai merah, kuning, hijau dan lain-lain,  hari ini Insya Allah kita lebur jadi satu, sama-sama berbuat kebaikan” ujar Hendi.

Hendi pun juga tidak lupa mengajak warga masyarakat untuk tidak lagi menyebarkan berita-berita hoaks, tetapi berbagi takjil atau makanan. “Yang dulu mungkin kirim hoaks, selama bulan Ramadan ganti dengan kirim kolak, buat nasi bungkus dibagikan untuk sahur atau buka puasa, akan lebih berpahala dari pada kirim hoaks di media sosial,” paparnya.

Hendi bercerita tentang curahan hati warga yang takut 22 Mei 2019 terjadi kerusuhan di Kota Semarang. Menjawab keresahan warganya, Hendi pun meyakinkan Kota Semarang Insya Allah aman. Tetapi warga Kota Semarang harus memahami, bahwa KPU merupakan institusi yang ditunjuk untuk menyelenggarakan Pemilu. Apabila ada pihak yang tidak merasa puas dengan hasilnya ada jalur konsitusi yang bisa ditempuh.

“21 Mei 2019, KPU telah mengumumkan hasil Rekapitulasi Hasil Pemilu. KPU merupakan institusi yang ditunjuk sebagai penyelenggara Pemilu. Pasangan siapa yang akan menang, partai apa. Kalau ada orang yang tidak terima sudah ada salurannya yaitu melalui Mahkamah Konstitusi” terangnya.

Mengakhiri sambutannya, Hendi berpesan kepada warga Kota Semarang untuk tidak ikut-ikutan pihak yang tidak puas dengan hasil Pemilu lantas protes.”Pihak yang tidak terima dan menempuh jalur inkonstitusional tidak usah diikuti. Kita redam agar Kota Semarang tetap kondusif dan semakin hebat.” pungkas Hendi

Acara Nuzulul Qur’an di Masjid Agung Semarang ditutup dengan tausiyah oleh ulama asal Purworejo KH Ahmad Chalwani Nawawi, yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Purworejo dan Mursid Thoriqoh Qodiriyah. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *