Hendi: Pembangunan Toilet di Sekitar Sumur Tua Kota Lama untuk Percantik Lingkungan

SEMARANG (Asatu.id) –  Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, pembangunan toilet umum di dekat situs bersejarah sumur tua Kota Lama merupakan salah satu pembangunan fasilitas umum (fasum) bagian dari program revitalisasi kawasan bersejarah tersebut.

“Kalau menurut saya itu salah satu upaya untuk mempercantik lingkungan tanpa kemudian menutup sumber air tersebut. Dan pembangunan itu juga sudah disesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitar Gereja Blenduk,” katanga, kemarin.

Hendi sapaan akrab Wali Kota itu menambahkan, dalam hal ini Pemerintah akan terus berkomitmen untuk mempertahankan situs maupun artefak bersejarah yang ada di Kota Lama.

“Tidak hanya sumur tua yang tidak akan ditutup, pihaknya juga memberi kesempatan ke pihak terkait untuk mempelajari artefak lain yang ditemukan di kawasan Kota Lama,” ungkapnya.

Seperti temuan tumpukan batu bata di bawah Jalan Gelatik maupun artefak lain di sekitar Bundaran Bubakan. Hendi mengaku mendapat informasi jika temuan batu bata tersebut merupakan peninggalan kolonial Belanda. Hanya saja ia tidak mengetahui persis luasannya dan merujuk fungsi apa artefak tersebut di jaman penjajahan.

“Kalau itu coba digali lebih banyak lagi maka akan membutuhkan waktu yang sangat lama dan perlu energi yang besar. Akan kami kembangkan hal-hal  seperti itu supaya generasi mendatang bisa mempelajari bahwa dulu  tempat-tempat itu digunakan seperti apa,” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *