Walikota Semarang Jadi Saksi Sidang Perkara Korupsi Kasda Kota Semarang

SEMARANG (Asatu.id) – Walikota Semarang Hendrar Prihadi memenuhi panggilan menjadi saksi dalam sidang perkara korupsi dana kas daerah Kota Semarang senilai Rp 21,7 miliar di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (15/5).

Dalam kesaksiannya, Hendi menjelaskan tentang awal mula terungkapnya hilangnya dana Rp 21,7 miliar tersebut. Dalam kesempatan itu, Hendi menjelaskan pertemuannya dengan Diah Ayu Kusumaningrum, personal banker BTPN yang bertugas mengurus simpanan milik pemkot tersebut.

“Pernah dua kali bertemu Diah Ayu. Salah satunya ketika Diah Ayu meminta agar dana pemkot yang di BTPN tidak ditarik,” katanya.

Menurut Hendi, permintaan itu disampaikan Diah agar performa dirinya sebagai marketing tidak turun. Hendi juga sudah meminta pertanggungjawaban Diah Ayu atas hilangnya dana pemda itu.

Namun, lanjut Hendi, Diah Ayu yang sudah dihukum dalam perkara tersebut menyatakan tidak sanggup mengembalikan dana yang hilang itu dalam waktu sepekan.

“Sudah kami tawarkan. Kalau dalam seminggu bisa mengembalikan, perkara ini tidak akan dibawa ke ranah hukum,” katanya dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Antonius Widijantono tersebut.

Namun, menurut Hendi, Diah Ayu yang sudah dihukum atas kasus pembobolan ini meminta waktu dua hingga tiga tahun untuk mengembalikan.

Ketika ditanya jaksa tentang pemberian sejumlah uang atas dana kasda yang disimpan di BTPN tersebut, Hendi menyatakan tidak benar.

“Tidak benar, bisa di cek kapan pemberiannya. Saya percaya ini negara hukum, jadi orang boleh ngomong apa saja. Tapi sepanjang tidak ada bukti yang kuat maka saya yakin pengadilan tidak akan percaya dengan hal seperti itu,” Imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *