Konser Beats Per Minute 2.0 Stephan Pukau Pengunjung

SEMARANG (Asatu.id) – Pianis muda Indonesia Stephanus Maximilian Harsono “Juara Prinses Kristina Konkurs 2014 di Belanda” kembali menggelar konser mini bertajuk Beats Per Minute 2.0, di MaxiBrain Hall Jalan Rinjani 18 Semarang, Sabtu (11/5) malam.

Dibuka dengan permainan musik klasik dari Ludwig Van Beethoven, Stephanus Harsono berhasil membangkitkan emosi dari setiap orang yang hadir.

“Banyak karya musik klasik, dan musik yang saya bawakan itu untuk membuka suasana konser. saya suka lahu dari Beethoven ini karena ada tiga bagian yang menggambarkan hari, semangat membuka hari, menggambarkan tentang malam, menggambarkan tentang subuh,” katanya.

Untuk konser kali ini, Stephanus Harsono menginginkan musik klasik yang dapat dinikmati oleh semua orang.

“Dengan begitu, kedepan, saya pengin semua orang di Indonesia kenal dengan musik-musik klasik. Bukan cuma komposer eropa saja namun juga lebih mengenal komposer Indonesia,” ungkapnya.

Melestarikan musik klasik, menurutnya merupakan hal yang sangat penting, mengingat saat ini sangat sulit menemukan orang yang benar-benar memahami bahkan yang bisa memainkan musik klasik.

“Seperti seni musik gamelan, sesikit orang yang bisa memainkan musik gamelan, kita tanya orang dijalan apa bisa bermain gamelan? Tidak ada. Saya belajar gamelan pun di eropa,” ungkapnya.

Olehkarena itu, melalui konser tersebut diri nya ingin seni budaya, khususnya musik klasik di Indonesia dapat digidupkan kembali. Yakni dengan musik klasik, manusia dapat mengenali seni budaya.

“Saya belajar musik klasik, ibarat menemukan harta karun, jadi sayang kalau orang Indonesia sendiri sampai tidak tahu, jadi memperkenalkan seni budaya melalui musik klasik,” imbuhnya

Ditanya, tema konser yang masih sama dengan tahun lalu, yakni Beats Per Minute 2.0, Stephanus Harsono mengungkapkan, Beats Per Minute ibarat detak jantung.

“Dan musik juga ada detaknya, bisa dibilang musik merupakan seni paling dekat dengan manusia. Sehingga Beats Per Minute bisa berkelanjuta,” ungkapnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *