Penertiban Hunian Liar di Kelurahan Tambakrejo Berlangsung Ricuh

SEMARANG (Asatu.id) – Penertiban hunian liar di RT 5 RW 16 Kelurahan Tambakrejo, berlangsung ricuh. Penertiban dilakukan pada Kamis (9/5) pagi dengan ratusan anggota Satpol PP Kota Semarang.

Penertiban sendiri merupakan salah satu dampak dari percepatan pembangunan revitalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) yang mengharuskan bangunan liar tersebut direlokasi.

Sementara dari hasil pantauan, sebanyak dua alat berat berupa excavator meratakan bangunan semi permanen yang berdiri di lahan tersebut. Sempat juga ada perlawanan dari warga yang tak terima rumah yang sudah ia huni di ratakan paksa.

Wes ben wae mati (biar saja mati), dosane ben kowe kabeh sing nganggo seragam sing nanggung (dosa kalian akan tanggung sendiri semua yang pakai seragam disini,” ucap anak dari ibu tersebut.

Iki poso-poso kok kelakuane koyok ngene (ini puasa kok perlakuannya seperti ini). Kalian yang berseragam aparat hidupnya tidak akan mulia,”  teriak salah satu warga.

Terkait hal itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang, Endro PM mengatakan, penertiban dilakukan terhadap 97 bangunan liar yang berdiri di bantaran sungai BKT.

“Hari ini kita mulai penertiban 97 hunian liar di Kalimati. Untuk melanjutkan proyek  normalisasi Banjir Kanal Timur,” katanya.

Sementara itu, Camat Semarang Utara, Aniceto Magno Da Silva menegaskan, pihaknya sebenarnya menyesal harus dilakukan eksekusi tersebut. Namun, area tersebut akan terkena dampak proyek normalisasi Banjir Kanal Timur (BKT).

Apalagi upaya mediasi yang beberapa kali dilakukan selaku diingkari sendiri oleh warga. Padahal para penghuni tersebut disiapkan Rusunawa Kudu dan beberapa rusunawa lain yang bisa ditempati.

“Kita juga berikan uang paku, untuk satu KK mendapatkan bantuan sebanyak Rp 1,5 juta. Untuk 30 KK sudah mengambil, sisanya memang belum, kita sudah melakukan mediasi untuk relokasi selama satu tahun terakhir ini,” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *