Awal Puasa, Harga Kebutuhan Pokok di Kota Semarang Mulai Melambung

SEMARANG (Asatu.id) – Harga bahan kebutuhan pokok di awal Bulan Ramadan di Kota Semarang saat ini mulai melambung. Terutama untuk harga bawang putih dan daging ayam.

Sementara dari pantauan di beberapa Pasar Tradisional di Kota Semarang, harga bawang putih dari harga semula Rp 40 ribu, naik menjadi Rp 60 ribu.

Terkait hal itu, salah satu pedagang Pasar Mangkang, Srihati mengatakan, kenaikan harga bawang tersebut karena stok barang tidak ada. Sedangkan untuk kenaikan harga bawang putih sejak empat hari yang lalu.

“Untuk harga gula pasir putih juga naik dari Rp 12 ribu sekarang jadi Rp 13 ribu. Naik Rp 1.000,” katanya,  Senin (6/5).

Sementara,  pedagang daging ayam,  Hj Nur mengatakan, kenaikan harga daging ayam sudah terjadi sejak seminggu yang lalu. Dari harga semula Rp 30 ribu per kilogram naik menjadi Rp 34 ribu. Naik Rp 4 ribu per kilogram.

“Kenaikan daging ayam ini normal saat menjelang Puasa dan Lebaran nanti. Namun, untuk permintaannya saat Puasa agak turun. Biasanya dalam sehari bisa menjual 400 kilogram daging, saat ini (puasa-red) turun jadi 340 kilogram,” akunya.

Sedangkan untuk harga daging sapi lokal terpantau tidak ada lonjakan harga. Yaitu masih pada harga 103 ribu per kilogramnya.

Sedangkan, pedagang cabai Wahyuni mengatakan,  beberapa cabai mengalami kenaikan seperti cabai keriting dari harga Rp 15 ribu menjadi 20 ribu, cabai hijau teropong naik menjadi 18 ribu dari harga semula 12 ribu. Sementara, cabai hijau keriting naik menjadi 12 ribu dari harga awal Rp 10 ribu.

“Biasanya stok cabai datangnya malam. Tadi malam tidak datang jadi hari ini harganya naik. Bahkan beberapa warung tutup karena tidak punya barang,” katanya.

Terkait melonjaknya harga bawang putih di pasaran, untuk menstabilkan harga tersebut, Dinas Perdagangan Kota Semarang kembali menggelontorkan 8 ton bawang putih jenis kating ke Pasar Johar Relokasi MAJT, Senin (6/5). Hal ini dilakukan lantaran harga bawang putih masih tergolong tinggi memasuki bulan Ramadan kali ini.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengakui,  sejak dua bulan yang lalu memang bawang kating tinggi. Pihaknya telah berkomunikasi dengan Dinas Perdagangan dan Industri Jawa Tengah (Disperindag Jateng) dan minimya ada operasi pasar.

“Sejak adanya kenaikan harga bawang putih, pihaknya telah melakukan operasi pasar sejumlah 62 ton ke 10 pasar tradisional di Kota Semarang. Namun, dari 62 ton tersebut dari bantuan Kementrian Perdagangan itu, bawang putih jenis kating hanya 8 ton. Sisanya merupakan bawang putih jenis sinchu. Padahal, permintaan bawang putih kating sangat tinggi di pasaran, sehingga harga tetap melambung,” terang Fajar.

Dalam operasi pasar kali ini, pihaknya menjual bawang putih dengan harga Rp 35,5 ribu. Dia meminta pedagang menjual maksimal Rp 40 ribu.

“Kami harap pedagang menjual Rp 40 ribu sehingga harga bisa turun. Kalau stok sudah banyak di sini, Harga bisa normal kembali. Harga normal bawang putih kirasan Rp 30 hingga 35 ribu,” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *