Temu Budaya Wesi Aji, Pamerkan Ratusan Pusaka Nusantara di Museum Ronggowarsito

SEMARANG (Asatu.id) – Lestarikan budaya nusantara,  200 koleksi pusaka yang berasal dari seluruh penjuru negeri dipamerkan di Museum Ronggowarsito Jawa Tengah.

Di antara ratusan keris dari kolektor tersebut, terdapat keris yang diciptakan pada tahun 1100 silam.

Ketua Panitia Temu Budaya Wesi Aji, Gelar Pameran Pesona Pusaka Nusantara 2019, Asdar Winarto mengatakan, pameran ini diharapkan bukan dinikmati oleh para pecinta keris saja. Orang awam, anak muda serta para pelajar diharapkan juga bisa menikmati pameran yang digelar ini.

“Kami ingin memberikan edukasi, terutama bagi anak muda bahwa keris ini tidak hanya diidentikan dengan hal-hal mistis. Selain pameran, ada sarasehan, pertunjukan seni, bahkan bursa pemaharan pusaka,” katanya.

Dalam pameran tersebut, panitia mengumpulkan gambar serta identitas keris yang dimiliki para anggota pecinta keris atau kolektor untuk dijadikan katalog. Dengan demikian, para pengunjung dapat lebih mudah melihat koleksi keris yang kebanyakan memiliki cerita tersendiri.

Perwakilan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Sulistyo memaparkan, keris yang keberadaannya sudah diakui UNESCO sebagai warisan budaya ini diharapkan selalu dilestarikan. Pembuatan keris tidak bisa dibuat sembarang orang ini memiliki falsafah, sejarah, bahkan menunjukkan status sosial dan politik.

“Zaman dahulu keris awalnya dibuat untuk senjata dan melindungi diri. Namun lama kelamaan memiliki pamor, bahkan sering dipercaya memiliki kekuatan mistis,” ungkapnya.

Jika diperluas, keris ini juga bisa meningkatkan sektor pariwisata karena bisa menjadi cinderamata yang eksotis.

“Dengan pembuatan keris, juga bisa meningkatkan bidang usaha lain, seperti besi, kayu logam, ornamen dan lain-lain,” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *