Sajian 472 Tahu Gimbal di Festival Kuliner Siap Pecahkan Rekor Muri

Sajian 472 Tahu Gimbal di Festival Kuliner Siap Pecahkan Rekor MuriSEMARANG (Asatu.id) – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, membuka gelaran Festival Kuliner Pinggir Kali di Taman Plered, sisi Sungai Banjir Kanal Barat, Jumat (26/4) malam. Kegiatan ini menyajikan beragam kuliner di atas 60 truk, dan akan berlangsung sampai Minggu (27/4) mendatang.

Gubernur Ganjar mengatakan, ini merupakan Festival Food Truck kedua yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang menggandeng Pemerintah Kota Semarang. Target utamanya memang untuk menarik wisatawan yang ingin lidahnya bergoyang.

“Kita akan selenggarakan ini setiap tahun. Mudah-mudahan ini jadi salah satu model untuk menarik wisatawan, minimal wisatawan lokal. Hari ini orang jajan dan berkuliner ria jadi lifestyle bahkan sekarang orang berburu. Banyak orang bepergian ke suatu tempat hanya untuk menikmati kuliner,” katanya.

Selain 60 food Truck dengan aneka masakannya, yang membuat festival kuliner ini mesti dikunjungi adalah eksotisme Sungai Banjir Kanal Barat dan Taman Plered dengan jembatannya yang cantik.

Bahkan vokalis Letto, Noe, memuji kebersihan sungai yang jadi salah satu ikon kota lumpia saat manggung pada pembukaan festival itu.

“Baru kali ini Letto manggung di pinggir sungai. Sungainya bersih luar biasa. Semoga bisa jadi inspirasi bagi sungai-sungai di Indonesia,” katanya.

Acara festival kuliner tersebut bakal berlangsung sampai Minggu (28/4) dan dibuka dari pukul 09.00 hingga 21.00 WIB. Pada Sabtu (27/4), menurut Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jateng Ema Rachmawati, juga akan ada pemecahan rekor Muri.

“Atraksi dari 30 chef dan pelajar yang akan menyajikan 472 Tahu Gimbal, salah satu kuliner khas Kota Semarang,” katanya.

Dia optimistis gelaran ini bakal menarik minat wisatawan. Jika menengok capaian Food Truck Festival tahun lalu, diselenggarakan tiga hari dengan 45 food truck, omzet yang diperoleh mencapai Rp 1 miliar. Meski demikian, dia menjamin semua kuliner harganya terjangkau dan bebas dari plastik.

“Nah jika tahun ini kami tambah jadi 60 food truck, kami yakin omzet yang akan diperoleh bisa mencapai Rp 2 miliar. Dengan daya tarik seperti itu, harapannya kota-kota lain berminat menyelenggarakan acara serupa,” katanya.(IS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *