DPRD Jateng Pantau Pekerjaan Embung di Brebes

BREBES (Asatu.id) – Komisi D DPRD Jateng melakukan pantauan proyek embung yang ada di Kabupaten Brebes, Jumat (26/4). Yakni, Embung Kedawon, Sitanggal, dan Rengaspendawa.

Dalam pantauan yang didampingi Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jateng itu, Komisi D meminta embung-embung tersebut tetap dilakukan pemeliharaan rutin. Tujuannya, embung dapat digunakan sesuai pemanfaatanya yakni irigasi persawahan.

“Pekerjaan embung sudah baik. Kami (Dewan) berharap embung dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, terutama irigasi,” kata Alwin Basri, Ketua Komisi D dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jateng, saat memimpin rombongannya memantau Embung Kedawon.

Sementara, Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng Hadi Santoso menilai embung tersebut bisa dimanfaatkan sebagai kolam ikan. Sehingga, hasilnya nanti bisa dinikmati masyarakat di sekitar embung.

“Embung itu bisa dimasukkan ikan dan pengelolaannya dari masyarakat sekitar,” kata Legislator PKS itu.

Menanggapi hal tersebut, Perwakilan dari Dinas Pusdataru Jateng Bambang Eko mengaku semua embung di Brebes dimanfaatkan untuk irigasi. Saat ini pihaknya masih melakukan pemeliharaan rutin terhadap embung tersebut.

Soal pemanfaatan sebagai kolam ikan, pihaknya tidak mempermasalahkannya. Hanya saja, pakan ikan itu nantinya menimbulkan pendangkalan atau sedimentasi.

“Nggak masalah kalau ada warga yang memasukkan bibit ikan di dalam kolam. Namun, kalau pakannya terlalu banyak, dikhawatirkan timbul sedimentasi di dasar kolam sehingga embung menjadi dangkal,” kata Bambang.

Sebagai informasi, pantauan yang dilakukan Komisi D itu ditujukan untuk kegiatan perbaikan dan pembangunan prasarana/ sarana air baku dengan pekerjaan Embung Sitanggal, Kedawon, dan Rengaspendowo. Sumber dana dalam proyek itu berasal dari APBD Jateng 2018 dengan pagu anggaran Rp 3,2 miliar, sedangkan nilai kontraknya Rp 2,5 miliar pada 11 Juli 2018 dan selesai 7 Desember 2018 yang dikerjakan PT Teguh Mulya Perkasa Brebes.

Ketiga embung dengan konstruksi beton bertulang itu memiliki sumber air yang berasal dari air hujan dan saluran dengan cara pemanfaatannya dipompa. Untuk Embung Sitanggal, volume air mencapai 31.798 meter kubik yang mampu melakukan irigasi seluas 13,3 hektare.

Untuk Embung Kedawon, volumenya sebanyak 11.057 meter kubik dengan luasan irigasi 5,7 hektare. Sedangkan Embung Rengaspendowo memiliki volume 14.279 meter kubik yang mampu mengairi seluas 6,7 hektare. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *