Petugas KPPS Meninggal, Mbak Ita Minta Evaluasi Penyelenggaraan Pemilu

Satu Petugas KPPS di Kota Semarang Meninggal, Wakil Walikota Semarang Minta Adanya Evaluasi Penyelenggaraan Pemilu Serentak

Caption : Wakil Walikota Semarang Melayat di Rumah Duka Bambang Sapto Petugas KPPS Kota Semarang yang Meninggal Dunia

SEMARANG (Asatu.id) – Wafatnya anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Bambang Sapto, meninggalkan duka mendalam bagi Wakil Walikota Semarang Hevearita G Rahayu. Pasalnya, Bambang masih tergolong memiliki ikatan keluarga dengan Mbak Ita sapaan akrab Wakil Walikota itu.

“Dukanya dobel, berduka karena masih ada ikatan keluarga dengan almarhum, yang kedua sebagai warga Kota Semarang,” Katanya, usai melayat di rumah duka di Jalan Kaligarang Raya, Nomor 21, Kamis (25/4).

Dengan meninggal nya Bambang, menurut Mbak Ita, total petugas yang meninggal dunia sebanyak 144 petugas pemilu 2019.

“Kurang lebih saat ini sudah ada 144 petugas pemilu yang meninggal dunia. Ini perlu adanya evaluasi, karena dengan pemilu yang digelar secara serentak ini membutuhkan stamina yang ekstra,” katanya.

Di Kota Semarang sendiri, terdapat satu petugas KPPS yang meninggal dunia usai Pemilu 2019 yakni alm. Bambang Sapto, dan terdapat empat orang lainya yang dirawat di rumah sakit. Dirinya berharap kasus ini menjadi yang pertama dan yang terakhir dalam penyelenggaraan pesta demokrasi di Indonesia.

“Kami berharap ke depan ada kebijakan kontrol kesehatan bagi calon anggota panitia penyelenggara maupun pengawas pemilu. Selain itu juga ada pengawasan kesehatan di tiap TPS, terutama dari pihak Puskesmas setempat. Agar hal seperti ini tak lagi terjadi,” ungkapnya.

Menurutnya, beberapa waktu lalu pihaknya sudah melakukan rapat dengan Bawaslu dan KPU untuk koordinasi terkait korban Pemilu 2019. Saat ini Puskemas diminta menyediakan layanan kesehatan kepada Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) yang saat ini masih terus bekerja.

Bambang Saptono merupakan anggota KPPS di TPS 12 Kelurahan Barusari Kota Semarang. Dia meninggal dunia pada Rabu (24/4/2019), pukul 17.29 di RSUP Dr Kariadi Semarang dan disemayamkan di kediamannya Jalan Kaligarang no 21.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *