Kader Plumbungan Sragen Menangi Lomba Jurnalistik PKK

Kader Plumbungan Sragen Menangi Lomba Jurnalistik PKKSEMARANG (Asatu.id) – Nina Kusuma Dewi dari Tim Penggerak PKK Kelurahan Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, memenangkan lomba jurnalistik bagi kader PKK se-Jawa Tengah Tahun 2019. Dia berhasil mengungguli 73 pesaingnya, saat final penjurian yang dilakukan di Ruang Rapat Lantai II Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah, Jumat (12/4) lalu.

Tiga juri lomba, yakni Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah Amir Machmud, akademisi Undip Triyono Lukmantoro, dan perwakilan TP PKK Jawa Tengah Marjono, juga menetapkan Prima Yuanita (TP PKK Desa Patihan, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen), sebagai Juara II. Sementara, Juara III diraih Murni Kartika Sari (TP PKK Kelurahan Pati Wetan, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati).

Pada lomba bertema “Optimalisasi Pekarangan, Penuhi Gizi Sekaligus Tingkatkan Perekonomian Keluarga”, pemenang Juara Harapan I Sri Mustokoweni (kader RT 04 RW VII Bulakindah, Kelurahan Karangasem, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta), Juara Harapan II Intan Nurlaili (kader RW VII Bulakindah, Kelurahan Karangasem, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta). Predikat Juara Harapan III disandang Sri Maryati Bambang )TP PKK Desa Bangsri, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar).

Juri lomba Amir Machmud menyampaikan, antusiasme peserta untuk mengikuti lomba jurnalistik terhitung tinggi. Untuk level kader PKK, sebagian karya mereka pun bisa dikategorikan cukup bagus. Namun, memang perlu peningkatan penguasaan teknik penulisan yang baik, sesuai dengan standar jurnalistik.

“Tapi, untuk kader PKK, ini sudah lumayan bagua. Ada pula karya yang sudah bagus. Semoga makin banyak kader yang mau belajar menulis,” ujarnya.

Juri lainnya, Triyono Lukmantoro menyampaikan hal yang sama. Dia mengapresiasi keinginan para kader untuk menulis. Apalagi, banyak hal yang bisa mereka sampaikan. Misalnya, sesuai tema tahun ini, mereka menuliskan bagaimana kegiatan pemanfaatan pekarangan yang sudah dilakukan, keuntungan yang diperoleh, hingga bagaimana menggerakkan masyarakat agar melakukan hal yang sama.

Sementara itu, Marjono mewakili TP PKK Jawa Tengah menilai, kemampuan menulis sebaiknya dimiliki para kader. Sehingga, selain menjadi pembicara pada pertemuan PKK, mereka bisa menyosialisasikan apa pun melalui tulisan, baik media internal, media sosial, bahkan media mainstream.

“Saya berharap, tahun berikutnya akan semakin banyak kader yang mengirimkan karyanya, dengan kualitas yang semakin baik pula. Jangan pernah berhenti belajar,” tandasnya yang juga pengelola Majalah Nusa Indah ini.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *