Partisipasi Masyarakat Ikut Pemilu Tinggi, Wagub Bersyukur

Partisipasi Masyarakat Ikut Pemilu Tinggi, Wagub BersyukurREMBANG (Asatu.id) – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen dan istri, Nawal Nur Arafah, didampingi Bupati Rembang Abdul Hafidz meninjau penyelenggaraan Pemilu 2019 di TPS 004 Desa Sidorejo, Kecamatan Sedan usai menggunakan hak pilih di TPS 005 Desa Karangmangu, Kecamatan Sarang, Rabu (17/4). Gus Yasin dan rombongan tiba di TPS tersebut sekitar pukul 12.00 WIB.

Meski batas akhir waktu pendaftaran pemilih di TPS masih satu jam kemudian, ternyata jumlah warga setempat yang menggunakan hak pilihnya telah mencapai lebih dari 80 persen. Dari 209 warga yang tercantum pada Daftar Pemilih Tetap (DPT), 182 orang di antaranya sudah mencoblos di TPS tersebut.

Gus Yasin, sapaan akrab Wagub, bersyukur karena partisipasi politik di Desa Sidorejo, Kecamatan Sedan tergolong tinggi. Hal itu membuktikan bahwa masyarakat bersemangat dalam memilih pemimpin bangsa mendatang.

“Kita melihat ternyata antusiasme mayarakat sudah baik. Kalau sampai 90 persen, Pak Bupati mau menyembelih sepuluh sapi. Nadzar beliau, jadi kita tunggu. Mungkin ini yang menyebabkan Rembang bisa mencapai 90 persen lebih. Tadi saya lihat di TPS saya juga hampir 80 persen dan sekarang di sini sudah 81 persen lebih. Ini masih ada waktu satu jam,” ujarnya sembari tersenyum.

Putera ulama kharismatik KH Maimoen Zubair itu menjelaskan, karena batas waktu pendaftaran pemilih di TPS masih satu jam lagi, maka akan ada imbauan kepada masyarakat yang belum menggunakan hak pilihnya melalui pengeras suara di musala atau masjid agar mereka dapat hadir di TPS.

“Kita akan imbauan di masjid atau musala. Diumumkan bagi yang belum nyoblos, silakan datang ke TPS, nanti setelah salat kalau masih ada waktu diumumkan lagi supaya masyarakat diingatkan dan bisa datang (ke TPS),” lanjutnya.

Mantan anggota DPRD Provinsi Jateng itu membeberkan, tidak ada warga yang mengalami kendala saat dirinya meninjau TPS tersebut. Warga umumnya telah memiliki bekal informasi yang memadai tentang tahapan dalam menggunakan hak pilih.

“Ternyata mereka sudah paham. Memang bagi orang tua untuk bagian melipat kertas suara kembali yang agak susah, tapi bisa diatasi semua. Karena kalau ada kesulitan bisa dibantu oleh petugas yang ada,” bebernya.

Salah seorang warga Desa Sidorejo, Ahmad, yang hadir di TPS 004 bersama istrinya menyebutkan, kehadirannya di TPS untuk menggunakan hak pilih merupakan wujud tanggung jawabnya sebagai warga negara yang baik dengan memilih pemimpin sesuai hati nurani.

“Sebagai warga negara yang baik memang harus taat pada aturan dengan cara menggunakan hak pilih kita. Tadi tidak ada kendala yang berarti,” ujarnya sembari tersenyum. (IS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *