Yayuk Basuki : Banyak Atlet Kehilangan Motivasi

SEMARANG (Asatu.id) – Anggota komisi X DPR RI, Yayuk Basuki mengatakan, Prestasi olahraga Indonesia yang saat ini terus mengalami kemunduran, membuat banyak atlet kehilangan motivasi untuk pengembangan diri lagi.

Menurutnya, banyak atlet yang “mutung” dikarenakan kurangnya perhatian pemerintah dalam pengembangan sektor olahraga.

“Sistem harus diperbaiki., khususnya peran KONI. Saat ini peran pengurus olahraga di Indonesia terpecah menjadi dua, KOI dan KONI. Dengan segala persoalan itu yang jadi korban tentu adalah atlet dan pelatih,” kata mantan pemain tenis Indonesia dan dunia yang terkenal pada era tahun 1990-an tersebut.

Menurutnya, masa depan prestasi olahraga nasional masih belum menemukan arah yang jelas.

Momentum kebangkitan olahraga hanya sebatas dijadikan seremonial semata.

“Prestasi kita di Asian Games tidak dikuti dengan prestasi dalam melakukan pembibitan atlet muda di berbagai daerah. Padahal SEA-Games 2019 dan Olimpiade 2020 sudah di depan mata. Keberadaan Undang-undang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) No 3 Tahun 2005, masih belum bisa menjawab sepenuhnya permasalahan olahraga di tanah air,” ungkapnya.

Selain itu, kurangnya koordinasi antarlembaga, tumpang tindih lembaga terkait dan buruknya pengawasan pemerintah, menjadi banyak sebab yang mengakibatkan prestasi olahraga di Indonesia tak berkembang.

“Yang jelas masalahnya, masih kurangnya perhatian pemerintah dalam pemberian penghargaan bagi atlet berprestasi, khususnya untuk pemberian jaminan hari tua. Dalam hal sarana prasarana masih terdapat masalah yaitu kurangnya komitmen pemerintah dan pemerintah daerah dalam pemenuhan sarana dan prasarana sesuai standar keolahragaan. Ditambah kurang optimalnya pengadaan dan pemeliharaan sarana prasarana,” paparnya.

Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, menurut Yayuk Basuki juga perlu meningkatkan alokasi APBN/APBD dalam setiap anggaran tahunan untuk pelaku olahraga.

“Tidak optimalnya peran UU SKN ini perlu didorong untuk segera direvisi agar ke depan bisa menjadi landasan dalam memajukan olahraga nasional. Maka untuk itu saya akan mengawal terus proses revisi ini di legislatif, jangan sampai melenceng dari apa yang diharapkan oleh para atlet,” imbuhnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *