Ganjar Yakin Suara Capres 01 di Jateng Capai 70 Persen

TEMANGGUNG (Asatu.id) – Menutup masa kampanye terbuka Pemilu 2019, Ganjar Pranowo optimistis pasangan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo – Ma’ruf Amin bakal meraih suara minimal 70 persen di Jawa Tengah. Selain itu Ganjar juga mengajak masyarakat untuk gotong royong mencopot alat peraga kampanye saat memasuki minggu tenang.

Capaian suara 70 persen untuk pasangan calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo – Ma’ruf Amin di Jawa Tengah, menurut Ganjar, bukan sekadar pepesan kosong. Beberapa survei serta kegiatan di sejumlah daerah, dijadikan indikator oleh pria yang menjabat Gubernur Jawa Tengah itu.

“Kalau target kemenangan dengan suara yang begini ramai dan kemarin kita uji coba di beberapa kota juga ramai, insya Allah minimum 70 persen,” kata Ganjar.

Hal tersebut disampaikan Ganjar saat menghadiri kampanye terbuka terakhir di halaman Gedung Pemuda Kabupaten Temanggung, Sabtu (13/4). Angka 70 persen menurut Ganjar adalah capaian yang realistis, meskipun ketika memberikan orasi di Temanggung seluruh ribuan simpatisan menjawab mampu berjuang meraih suara hingga 80 persen.

“Kemarin Pak Jokowi juga menargetkan 80 persen. Tapi saya kira angka yang memungkinkan adalah 70 persen. Itu prestasi yang bisa didorong oleh pendukung dengan semangat yang sudah kita hitung dan kita buktikan datang dalam beberapa  acara seperti ini,” katanya.

Kampanye terbuka di Temanggung ini merupakan rangkaian roadshow Ganjar sebelum memasuki minggu tenang. Roadshow diawali di Ambarawa, berlanjut di Kabupaten Magelang dan terakhir di Temanggung. Tidak mengendarai mobil atau sepeda yang selama ini jadi hobi suami Siti Atikoh itu, Ganjar keliling menaiki sepeda motor dari Semarang yang disambut ribuan simpatisan dan pendukung capres nomor urut 01 di setiap kota.

“Target ini nanti dikeroyok semua partai dan ulama-ulama. Masak tidak bisa? Bapak dan ibu, panjenengan  harus mengajak dan memastikan semuanya datang dan nyoblos di TPS, mengajak dan memastikan agar tidak ada kecurangan,” katanya.

Kepada peserta kampanye yang didominasi petani tersebut, Ganjar mewanti-wanti agar mewaspadai fitnah dan berita-berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Ganjar juga berharap, pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin tidak gentar menghadapi dan memberi penjelasan yang benar pada masyarakat.

“Tiba-tiba muncul skenario-skenario yang ingin menghancurkan negara kita. Tapi Allah masih sayang dengan negara kita. Adalagi fitnah yang katanya sistem IT KPU disetting dengan hasil Jokowi sebagai pemenang Pilpres. fitnahnya tidak pernah usai, tidak pernah selesai. Apakah fitnahnya sudah habis? Belum. Nyatanya ada fitnah yang mengatakan kalau pak Jokowi jadi presiden adzan akan dilarang dilarang. Fitnahnya luar biasa. Tapi biasanya orang baik selalu begitu. Tapi alhamdulilah Pak Jokowi kuat. Siapa yang menguatkan? Sampeyan-sampeyan ini,” katanya.

Selain itu Ganjar juga berpesan, karena setelah kampanye terbuka ini berakhir, maka akan berganti dengan minggu tenang sebelum hari H pemungutan suara. Ganjar mengajak seluruh  masyarakat untuk gotong royong melepas alat peraga kampanye (APK).

“Tolong APK-nya dicopot agar kita bisa mengurangi sampah plastik yang ada. Silakan dibuat untuk kerajinan, saya sediakan untuk yang terbaik. Juaranya nanti hanya ada satu,” katanya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *