Kasus Pengeroyokan Pemuda Purworejo, Ini Pesan Khusus Jokowi pada Ganjar

Kasus Pengeroyokan Pemuda Purworejo, Ini Pesan Khusus Jokowi pada GanjarPURWOREJO (Asatu.id) – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, membeberkan perhatian khusus Presiden Joko Widodo pada peristiwa pemukulan yang menimpa Yuli Wijaya (28) warga Krendetan Bagelen Purworejo pada Selasa (2/4).

Ganjar mengaku ditanya langsung oleh Jokowi saat mendampingi kampanye terbuka di sejumlah wilayah di Jawa Tengah.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Jumat (5/4) saat ngopi di angkringan bareng warga Kutoarjo Purworejo. Ganjar yang tengah pulang kampung itu menceritakan, dirinya ditanya langsung oleh Joko Widodo saat melakukan kampanye terbuka di Brebes, Kamis (4/4) lalu.

“Pak Presiden tanya langsung sama saya. Beliau bertanya piye bocah kae? Saya jawab saya mau nengok langsung pak. Kemarin beliau mengatakan juga telah mengirim utusan,” kata Ganjar.

Yuli jadi korban pengeroyokan massa yang beratribut Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) yang sedang dalam perjalanan dari kampanye terbuka Prabowo-Sandi di Purworejo. Saat itu Yuli yang berprofesi sebagai juru parkir tengah menjalankan tugasnya dengan mengenakan kaus Capres 01, Jokowi – Ma’ruf Amin.

“Kampanye yo kampanye, tapi Ojo jotos-jotosan. Pak Jokowi berharap agar yang ini tidak terulang. Kemarin yang di Solo kejadian, yang di Purworejo juga kejadian. Ya kampanye mesti damai, jangan adu otot, adu keceriaan saja, adu program saja,” katanya.

Selain itu, Ganjar juga menyampaikan pesan Jokowi, agar masyarakat jangan ada yang memprovokasi dan jangan sampai terprovokasi karena kejadian ini. Meskipun ada pihak-pihak tidak bertanggungjawab yang mencoba mengusik ketenteraman Jawa Tengah.

“Jangan ada yang kepancing, karena suaranya mau ada balasan. Jangan. Jangan dibalas. Dan kejadian Solo maupun Purworejo jangan sampai terulang. Kan dulu di Jalan Magelang kan terjadi, juga di Temanggung juga terjadi. Saya berharap kejadian seperti ini tidak terjadi,” katanya.

Terkait kondisi terkini Yuli, Ganjar mengaku telah menerima banyak laporan dari para tetangga. Dia juga memastikan langsung dengan menelpon Yuli. Rencananya, hari ini Ganjar juga telah janjian akan ngopi bareng Yuli di angkringan sekitar Kutoarjo.

“Mudah-mudahan segera sembuh. Kemarin saya sudah telepon. Tadi janjiannya mau ke sini (angkringan), saya juga mau ke ke sana sebenarnya, tapi diomongin dia mau diajak ke sini tapi ternyata tidak di ajak ke sini,” katanya.

Sementara itu Yuli mengaku masih mengalami trauma akibat pengeroyokan itu. Dia tidak menyangka bakal jadi korban karena hanya mengenakan kaus idolanya.

“Khawatir mau keluar rumah. Ini kepala saya dijahit tujuh dan mata ini lebam,” katanya. (IS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *