Bentuk Kepedulian Terhadap Lingkungan, PT Pegadaian (Persero) Gelar Bersih-bersih Sampah di Pantai Maron

PT Pegadaian Kanwil XI Semarang gelar bersih-bersih sampah di Pantai Maron, Semarang pada Sabtu (6/4) pagi

SEMARANG (Asatu.id) – Sebagai rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) KE 118, PT Pegadaian (Persero) menggelar bersih-bersih sampah secara serentak di beberapa wilayah di Indonesia.

Untuk PT Pegadaian Kanwil XI Semarang sendiri, bersih-bersih sampah digelar di Pantai Maron Semarang pada Sabtu (6/4) pagi.

Dengan melibatkan sekitar 700 relawan yang terdiri dari warga setempat, anggota TNI, dan internal PT Pegadaian, Pantai Maron yang dipenuhi dengan sampah seketika terlihat bersih.

Senior Vice Presiden PT Pegadaian Kanwil XI Semarang Mulyono mengatakan, Kegiatan ini dilaksanakan karena keprihatinan PT Pegadaian atas persoalan sampah di Kota Semarang dan beberapa kota besar lain di Indonesia.

“Total ada lima truk sampah yang kami kerahkan untuk mengangkut sampah di Pantai Maron ini. Ternyata sampahnya banyak sekali, khususnya sampah plastik dan sampah rumah tangga,” katanya.

Lebih lanjut Mulyono mengungkapkan, pihaknya sangat prihatin dengan sampah plastik yang mengotori pesisir Kota Semarang.

“Apalagi sampah plastik ini merupakan jenis sampah yang sangat susah terurai,” ungkapnya.

PT Pegadaian (Persero), lanjut Mulyono juga menyediakan alat pengolahan sampah di Bank Sampah ‘Ngudi Lestari’ Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik, Semarang.

“Disana, sampah dari Pantai Maron ini diolah dan ditukar dengan emas. Jika biasanya bank sampah hanya menghasilkan pundi-pundi uang dari sampah rumah tangga yang bernilai komersil, PT Pegadaian justru berinisiatif mengganti nominal uang menjadi emas. Sehingga bisa dikelola menjadi simpanan atau tabungan masa depan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Teknologi Informasi dan Digital PT Pegadaian Teguh Wahyono mengatakan, PT Pegadaian (Persero) menggelar kegiatan bersih-bersih dengan tema Gold for Work. Kegiatan tersebut merupakan program padat karya pemerintah yang berkolaborasi dengan program sosial Pegadaian.

“Salah satu tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan manfaat sampah dalam meningkatkan nilai ekonomi,” katanya.

Kegiatan tersebut diadakan secara serentak di 12 lokasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Kota Semarang. Kegiatan tersebut total meIibatkan 6.000 orang. Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini, mendapatkan imbalan berupa tabungan emas dan ditetapkan sebagai rekor indonesia yang dicatatkan oleh Lembaga Prestasi Rekor Indonesia Dunia (LEPRID) yang dihitung berdasarkan pembukaan tabungan emas dari hasil Gold for Work di 12 kota.

“Gold for Work ini adalah bentuk kepedulian Pegadaian terhadap lingkungan, serta terhadap ekonomi masyarakat di Indonesia. Ini merupakan program pemerintah yang dikolaborasikan dengan program sosial Pegadaian, memilah sampah menjadi tabungan emas. Setiap peserta yang ikut pada Gold fat Work akan diberikan upah berupa tabungan emas. Kemudian masyarakat dapat menambah saldo tabungan emas di outlet Pegadaian. Melalui ATM atau menggunakan aplikasi Pegadaian Digital Service (PDS),” katanya.

Teguh Wahyono menjelaskan, untuk menukar sampah menjadi emas harus melalui proses tedebih dahulu, yaitu tim dari Pegadaian akan memilah sampah organik dan non-organik, ditimbang, dan dinilai harganya. Selanjutnya tim Pegadaian akan menetapkan harganya untuk ditukar dengan tabungan emas.

“Dengan cara ini lingkungan kita akan menjadi Iebih bersih dan tidak hanya itu, ekonomi kita akan meningkat karena memiliki tabungan emas yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan,” tegasnya.

Diinformasikan, kegiatan Gold for Work diIaksanakan secara serentak di 12 kota, Medan, Pekanbaru, Palembang, Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Surabaya, Balikpapan, Manado, Makassar, dan Denpasar.

Kegiatan utama dipusatkan di Marengan Daya, Sumenep, Madura yang dihadiri Menteri Rini M Soemamo beserta para pejabat Kementerian BUMN, Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto, serta para Direksi BUMN. (bud)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *