Kotak Listrik #9, Rame Rame Minim Suara

Kotak Listrik #9, Rame Rame Minim SuaraSEMARANG (Asatu.id) – Perhelatan musik elektronik dan alternatif tahunan sejak 2009, Kotak Listrik, kembali digelar. Kolektif Hysteria bekerjasama dengan kolektif SwaraSunyi dalam pertunjukan kali ini mengusung konsep silent disco, di mana para pengunjung tidak secara langsung menikmati bebunyian melainkan melalui perantara headset.

“Ini adalah eksperimen, yang paling tidak sepanjang catatan kami pertama kali di Semarang, sebuah gigs sepenuhnya menggunakan alat bantu headset sehingga musik live dinikmati lebih intim masing-masing pengunjung,” kata Andi Meinl dari kolektif Hysteria.

Bertempat di Basilia Café Jalan Teuku Umar 18, Minggu (31/3), sejumlah musisi berpartisipasi dalam perhelatan tersebut. Suara berisik dari kendaraan yang lalu lalang didepan café tak menjadi halangan para pengunjung dalam menikmati sejumlah lagu yang dibawakan.

Beberapa musisi yang tampil sore hingga malam pada hari Minggu tersebut di antaranya seperti Sambernyawa, Silvenqueer, Tridatu, Rrefal, Electrial Address, Sekaranggi, The Lastree, Pyongpyong, Dengan Kata Lain, dan Anov Bluesone.

Dalam acara tersebut 50 headphone dan headset disediakan pihak panitia bagi para pengunjung untuk dapat menikmati suara musik yang jernih bebas dari polusi suara dari sekitar lingkungan café yang lokasinya sendiri tepat berada dipinggir jalan raya utama Kota Semarang.

“Rame Rame Minim Suara digagas Swara Sunyi bersama Hysteria Semarang sebagai sebuah silent event experience project menggabungkan talk show dan musik. Acara dikemas dengan mengadopsi konsep teknologi silent disco wireless headphones, di mana para penonton mendengar audiophile output melalui headphone nirkabel,” tukas Andy menjelaskan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *