Pemerintah akan Terus Majukan Lembaga Pendidikan Keagamaan

WONOSOBO (Asatu.id) – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, pemerintah akan terus memajukan lembaga-lembaga pendidikan keagamaan, termasuk membantu meningkatkan kesejahteraan para pengajarnya.

Ia menyebutkan, sebelumnya insentif untuk para pengajar TPQ, Madrasah Diniyah (Madin), dan pondok pesantren dianggarkan sekitar Rp 300 miliar. Namun, mengingat diprediksi tidak dapat terserap semuanya, anggaran yang terealisasi pada 2019 Rp205 miliar. Hal itu karena data guru ngaji penerima insentif yang masuk tidak akurat. Misalnya, ada guru yang sudah meninggal tujuh tahun silam namanya masuk daftar, begitu pula dengan TPQ atau ponpes, serta lembaga-lembaga pendidikan keagamaan yang belum mengantongi izin resmi dari instansi terkait.

“Kesiapan data harus benar-benar valid, baik data administrasi pengajarnya, maupun TPQ, Madin, dan ponpes. Mari kita bersama-sama perbaiki data. Apalagi sekarang era digital, semua semakin mudah dan akurat dengan teknologi digital,” sorot pria yang akrab disapa Gus Yasin ini.

Mengenai keberadaan lembaga pendidikan keagamaan di Jateng, putra ulama kharismatik KH Maimoen Zubair itu menceritakan, ketika berbincang dengan Presiden RI Joko Widodo di sela kunjungan kerjanya di Surakarta beberapa waktu lalu. Mereka membahas mengenai kondisi pondok pesantren di Jateng yang mencapai lebih dari 4.000 pesantren.

“Jumlah pondok pesantren yang besar merupakan potensi sebagai benteng NKRI. Selain itu dengan memberdayakan santri dan ponpes yang ada, maka akan dapat memajukan ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui program Ekotren atau ekonomi berbasis pondok pesantren yang digagas oleh Pemprov Jateng,” bebernya.

Sebagai informasi, Pemprov Jateng mengalokasikan anggaran insentif untuk para guru agama se-Jateng sebesar Rp 205,35 miliar dengan jumlah penerima 171.131 orang. Sebelumnya telah diserahkan kepada 11.882 orang di Kabupaten Pati, dan Kota Semarang 2.700 orang, kemudian pada Sabtu (30/3), Purbalingga sejumlah 2.555 orang dan Wonosobo tercatat 2.000 orang.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jateng, sebesar Rp 50 juta kepada pengasuh Ponpes Salaf Putra-Putri Al-Anwar Jawar Mojotengah, Wonosobo. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *