Pejabat dan Masyarakat Resik-Resik Keraton Surakarta, Ganjar: Ini Momentum Kebangkitan

Pejabat dan Masyarakat Resik-Resik Keraton Surakarta, Ganjar: Ini Momentum KebangkitanSURAKARTA (Asatu.id) – Suasana Keraton Surakarta Hadiningrat, Jumat (29/3) pagi tadi berbeda dari biasanya. Ada ribuan orang yang berkumpul di halaman. Mereka mengenakan kaos dan membawa peralatan rumah tangga seperti sapu dan serok. Sejak pagi mereka berduyun-duyun menuju Keraton untuk melaksanakan resik-resik Keraton bersama.

Tak hanya masyarakat, acara resik-resik Keraton juga diikuti oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo didampingi Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono, Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Mochammad Effendi, Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo dan sejumlah tamu penting lainnya.

Tanpa ragu, Ganjar, Kapolda, Pangdam dan Wali Kota membaur bersama masyarakat membersihkan sudut demi sudut keraton.

Bahkan, Ganjar menaiki menara lonceng yang ada di depan halaman Keraton. Dengan telaten, ia membersihkan menara dari rumput liar dan juga dedaunan kering yang berserakan.

“Hari ini kita gelar resik-resik Keraton Surakarta Hadiningrat. Ini ribuan masyarakat kumpul, untuk bersama-sama membuat Keraton Surakarta jadi bersih dan kinclong,” kata Ganjar.

Ganjar menerangkan, setelah Keraton Surakarta cukup lama terlibat konflik, saat ini semua pihak telah sepakat untuk berdamai. Hal ini sangat baik, karena membuat sistem pemerintahan di Keraton Surakarta akan kembali berjalan.

“Setelah cukup lama kami melakukan komunikasi, alhamdulillah hari ini semua bisa bersepakat, semua bisa kembali menjalankan roda pemerintahan di Keraton. Kami semua termasuk masyarakat sangat senang, lalu kami gelar kegiatan resik-resik Keraton ini,” terangnya.

Kegiatan resik-resik Keraton lanjut Ganjar bertujuan agar lokasi itu menjadi bersih dan kinclong. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi titik awal kebangkitan Keraton Surakarta Hadiningrat sebagai pusat peradaban, kebudayaan, penelitian dan pariwisata.

“Ini harus menjadi momentum kebangkitan Keraton Surakarta. Mudah-mudahan nanti orang akan berbondong-bondong datang ke sini baik untuk wisata atau mempelajari kebudayaan,” tambahnya. (IS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *