Wagub Lantik Pengurus JP3M Kota dan Kabupaten Pekalongan

PEKALONGAN (Asatu.id) – Pengurus Jam’iyyah Pengasuh Pesantren Putri dan Muballighoh (JP3M), diharapkan bisa menggiring para ibu agar mampu mengedepankan akhlaqul karimah. Selain itu bisa bersinergi dengan pemerintah, serta bekerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan keagamaan.

“Saya berharap JP3M dengan gerakan para ibu nyai dan muballighoh, kita bisa bersinergi untuk bersama-sama membangun Jateng pada khususnya dan Indonesia pada umumnya,” ujar Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen saat memberi sambutan pada pelantikan pengurus JP3M Kota dan Kabupaten Pekalongan, di Ponpes al-Maktab, Simbang Kulon Kabupaten Pekalongan, Rabu (27/3).

Ia menjelaskan, hingga saat ini JP3M hanya ada di Jateng dan DIY, serta mulai merambah beberapa daerah di Jatim. Melalui JP3M diharapkan gerakan para nyai dapat berjalan dengan baik dan semakin berkembang ke seluruh daerah di Indonesia.

Selama ini, kata Wagub, Pemprov Jateng bersinergi dengan Tim Penggerak PKK dalam mengatasi sejumlah persoalan di Jateng. Salah satunya mengenai ketaatan warga membayar pajak, sehingga peran para istri sangat penting untuk mengingatkan suami agar tertib membayar pajak.

“Jika ini digerakkan, maka pendapatan pemerintah provinsi dari sektor pajak kendaraan akan meningkat, sehingga pembangunan semakin merata,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, putra ulama kharismatik KH Maimoen Zubair itu mengatakan, pada 2019 Pemprov Jateng mengalokasikan anggaran insentif untuk para pengajar ponpes, TPQ, dan Madin. Total anggaran 2019 sebesar Rp205 miliar itu mulai dicairkan per 27 Maret 2019.

“Pada hari ini (27/3) sudah mulai dicairkan dan ini kali pertama. Nilainya tidak banyak, karena awalnya kami mengajukan Rp300 miliar. Semoga tahun depan alokasinya bisa naik,” ungkap pria yang akrab disapa Gus Yasin ini.

Karenanya, JP3M diharapkan bersinergi dan berkoordinasi dengan lembaga-lembaga pendidikan agama, terutama menyangkut pendataan para pengajar, pengasuh pondok pesantren, madin, serta TPQ yang tersebar di Jateng. Sehingga anggaran insentif dapat terserap semua.

“Selain itu, Pemprov ke depan juga akan menganggarkan hadiah untuk para santri dan pelajar penghafal Al Quran,” imbuhnya.

Ketua Umum JP3M Hanik Maftuhah menambahkan, keberadaan JP3M di tingkat kabupaten dan kota menjadi jembatan atau sarana bagi masyarakat, terutama kaum ibu, dalam mendidik dan mengayomi masyarakat dari tingkat atas hingga bawah.

“Peran seorang kiai tidak akan sempurna tanpa adanya nyai. Karenanya peran para nyai sangat penting dalam mendidik putra putrinya supaya menjadi generasi yang soleh dan soleha, menjadi alim ulama, profesional, maupun profesi lainnya,” bebernya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *