Hendi Harap Masyarakat Paham Proses Pencoblosan

SEMARANG (Asatu.id) – Pemilu tahun 2019 ini bisa dibilang istimewa jika dibandingkan dengan pemilu-pemilu sebelumnya. Yakni masyarakat akan menentukan lima pilihan sekaligus, mulai dari presiden, DPR RI, DPD, DPRD Provinsi serta DPRD Kota/Kabupaten.

Dengan lima kertas suara yang nantinya akan dicoblos, tak jarang masyarakat akan dibuat kebingungan. Oleh karena itu, Walikota Semarang Hendrar Prihadi berharap masyarakat untuk lebih memahami proses pencoblosan.

“Berapa waktu lalu KPU Kota Semarang melakukan kegiatan simulasi pemilu. Kegiatan ini merupakan salah satu langkah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, sehingga pada saat pencoblosan nanti masyarakat akan lebih memahami proses pencoblosan,” katanya, kemarin.

Simulasi pemilu yang dilakukan oleh KPU, lanjut Hendi, merupakan bentuk sosialisasi merupakan bentuk sosilisasi yang efektif.

“Masyarakat akan lebih paham apa yang akan dilakukan mulai dari datang, pendaftaran, hingga selesai. Saya berharap dengan tingginya pemahaman masyarakat, proses pemilu serentak akan berlangsung aman, lancar dan kondusif tanpa kendala berarti,” ungkapnya.

Hendi yakin dengan seringnya melakukan simulasi diharapkan akan mendapat gambaran riil pelaksanaan pemilu, sehingga perangkat pun semakin terlatih dan lancar. “Gambaran pelaksanaan pemilu nanti seperti simulasi,” imbuhnya.

Sebelumnya disampaikan, Walikota Semarang baru-baru ini menghadiri kegiatan simulasi pemilu yang diselenggarakan oleh KPU Kota Semarang dan Polrestabes Semarang, di Kelurahan Gunung Pati.

Pada acara tersebut, disimulasikan secara detail pelaksanaan Pilpres dan Pileg mulai dari proses pendaftaran, pembagian 5 surat suara, pencoblosan, pemberian tinta biru, proses penghitungan hingga proses pengamanan. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *