Berbaur dengan Warga, Ganjar Hadiri ‘Selametan Puser Bumi’ di Bukit Tidar

Berbaur dengan Warga, Ganjar Hadiri 'Selametan Puser Bumi' di Bukit TidarMAGELANG (Asatu.id) – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, ikut menghadiri acara “Selametan Puser Bumi, Merawat NKRI” di Bukit Tidar, Kabupaten Magelang, Minggu (24/3). Kegiatan tersebut dihadiri ribuan warga dari Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Kabupaten Purworejo dan sekitarnya.

Kedatangan warga ke puncak Bukit Tidar dilakukan untuk menggelar Umbul Dungo, yakni berdoa bersama di puncak bukit, memohon kepada Tuhan untuk persatuan bangsa. Puncak bukit yang dipercaya sebagai paku bumi Pulau Jawa itu.

Dalam sambutannya, Ganjar yang hadir mengenakan pakaian adat Jawa tersebut mengatakan, acara Selametan Puser Bumi ini menjadi momentum yang baik untuk berdoa bersama, agar negara ini rukun dan semakin makmur.

“Semoga, dengan berdoa bersama ini semua masyarakat Jawa Tengah dan Indonesia semakin rukun, persaudaraan semakin erat dan tidak terpecah belah,” kata dia.

Ditambahkan, masyarakat harus menyadari, Indonesia adalah bangsa yang besar dengan berbagai perbedaan. Beda warna kulit, beda suku, agama, ras, golongan.

Berbaur dengan Warga, Ganjar Hadiri 'Selametan Puser Bumi' di Bukit Tidar“Namun perbedaan itu harus menjadi pemersatu. Bedha partai ya kudu rukun. Arep milih presiden nek bedha-bedha pilihan ya kudu tetep rukun(Beda partai ya harus tetap rukun. Mau memilih presiden meskipun berbeda-beda harus tetap rukun),” tambahnya.

Dalam kesempatan itu pula, Ganjar mengajak seluruh warga untuk berdoa bersama menjelang Pilpres 2019. Semoga pesta demokrasi tersebut berjalan lancar tanpa ada gangguan apapun.

“Mari kita berdoa, agar nanti diberikan pemimpin yang amanah, yang merakyat, yang tahu keinginan rakyat dan yang bisa menyenangkan rakyat,” pungkasnya.

Selain Ganjar, hadir juga Bupati Magelang, Wali Kota Magelang dan jajaran Forkopimda itu. Setelah acara doa bersama dan ritual-ritual lainnya, para pejabat dan masyarakat kemudian menggelar makan bersama nasi tumpeng yang dibawa ke atas bukit.(IS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *