PII Didorong Tingkatkan Partisipasi Pemilih Pemula

PII Didorong Tingkatkan Partisipasi Pemilih PemulaSEMARANG (Asatu.id) – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meminta generasi muda bangsa, terutama para pelajar Islam di Jateng, ikut menyukseskan pemilihan umum (pemilu) 2019. Antara lain, dengan menyosialisasikan pentingnya pemilu serta upaya meningkatkan partisipasi masyarakat.

“Menjelang pemilu April lusa, diharapkan Pelajar Islam Indonesia (PII) Jateng ikut terlibat dalam meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya pemilih pemula dalam pemilu, menyosialisasikan program-program kedua capres,” ujarnya saat audiensi dengan sejumah pengurus PII Wilayah Jateng, di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Jumat (22/3).

Ditambahkan, menurut KPU Jateng, keikutsertaan pemilih dari kalangan pelajar dan mahasiswa masih rendah. Pelaksanaan pemilu dikatakan sukses apabila tingkat partisipasi masyarakat tinggi. Karenanya, perlu ada upaya meningkatkan partisipasi pelajar agar menyalurkan hak pilihnya di tempat pemungutan suara.

Ketua terpilih PII Wilayah Jateng Riska Nur Miftah Ulum menjelaskan, meskipun PII bersikap netral dalam pemilu, namun organisasi yang mewadahi pelajar Islam di Jateng ini siap terlibat dalam melancarkan pelaksanaan Pemilu 2019. Antara lain melalui sosialisasi tentang pentingnya berpartisipasi dalam pemilu, memberikan informasi mengenai tata cara memilih calon presiden dan wakil presiden serta calon anggota legislatif.

“Tidak kalah penting adalah memberikan pengetahuan tentang profil dan program, serta visi misi masing-masing capres cawapres,” katanya.

Dengan adanya sosialisasi pemilu, imbuh Riska, diharapkan partisipasi masyarakat dalam pemilu terus meningkat. Tidak ada lagi masyarakat yang tidak mengetahui profil calon pemimpin Indonesia. Sehingga, para pelajar yang merupakan pemilih pemula, perlu banyak mendapat pemahaman yang benar tentang pentingnya pesta demokrasi.

“Kita sosialisasikan kepada teman-teman pelajar di kota maupun kabupaten di Jateng. Kami akan memaparkan profil kedua calon, sehingga pemilih tahu kriteria dan program yang dicanangkan kedua capres,” bebernya.

Selain terkait pemilu damai, PII juga menyoroti pentingnya wawasan kebangsaan bagi generasi muda bangsa. Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, ras, bahasa, dan budaya membutuhkan toleransi dari semua pihak, terutama peran dari para pelajar.

“Jangan mencemooh atau menyudutkan golongan tertentu. Jika toleransi terjaga dengan baik maka kerukunan dan kedamaian akan terwujud, intoleransi tidak terjadi,” imbuh Riska.(IS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *