PAD Kota Semarang Tahun 2018 Naik 100,56 Persen

SEMARANG (Asatu.id) – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Semarang tahun 2018 mengalami peningkatan sebesar 100,56 persen. Sebelumnya di tahun 2017, pendapatan ibu kota provinsi Jateng ini sebesar Rp 1,791 triliun dan di tahun 2018 ini meningkat menjadi Rp 1,811 triliun

Hal itu diungkapkan Walikota Semarang, Hendrar Prihadi dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Semarang dengan agenda penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Walikota Semarang, di ruang paripurna DPRD Kota Semarang, Jumat (22/3).

Sementara itu, Hendi sapaan akrab Walikota Semarang itu mengungkapkan, untuk pendapatan daerah Kota Semarang tahun 2018 sendiri mencapai Rp 4,234 triliun dengan pendapatan asli daerah (PAD) penyumbang terbesar sebanyak 43,01 persen dari total realisasi.

“Meningkatnya PAD merupakan salah satu cara dalam meningkatkan kemampuan keuangan Pemerintah Kota Semarang dalam membiayai belanja daerah,” katanya.

Semakin besar kontribusi PAD terhadap APBD, lanjut Hendi, akan semakin besar pula kemampuan daerah dalam melaksanakan pembangunan.

“Salah satu trobosan atau langkah yang saat ini ditempuh oleh Pemkot Semarang yakni dengan menggandeng perbankan dan aplikasi online untuk mempermudah masyarakat dalam membayar pajak,” ungkapnya.

Sementara itu terkait dengan tingkat penyerapan anggaran Kota Semarang Tahun 2018, Hendi mengungkapkan, bahwa pada tahun 2018 tingkat penyerapan anggaran mencapai 94,12 persen. Angka tersebut lebih baik dari tahun 2017 dengan angka serapan sebesar 90,96 persen.

Jumlah APBD Kota Semarang tahun 2018 sebesar Rp 4,778 triliun, dengan realisasinya sebesar Rp 4,506 triliun artinya tingkat penyerapan anggaran tahun 2018 mencapai 94,12 persen,” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *