Pasukan Pemungut Sampah Suarakan Kebersihan Lingkungan

Pasukan Pemungut Sampah Suarakan Kebersihan LingkunganSEMARANG (Asatu.id) – Apel Kebangsaan ‘Kita Merah Putih’ menghadirkan sejumlah tokoh-tokoh nasional. Mereka hadir untuk memberikan orasi kebangsaan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Sejumlah tokoh dihadirkan untuk mengisi orasi yakni Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, KH. Maimun Zubair, Habib Luthfi, dan Gus Muwafiq.

Lalu adapula KH Munif Zuhri, Prof Mahfud MD, KH Ahmad Daroji, Uskup Rubiatmoko (Keuskupan Agung Semarang), Pendeta Eka Laksa (PGI), Nyoman Suraharta (PHDI), Go Boen Tjien (Matakin) dan Pujianto (Walubi).

Namun, pesan-pesan merawat Indonesia tak hanya dilontarkan oleh para tokoh tersebut. Pesan pentingnya menjaga Indonesia juga disuarakan oleh pasukan bersih-bersih yang memang hadir untuk menjaga kebersihan selama acara.

Ratusan pasukan bersih-bersih dikerahkan dalam acara itu. Membawa kresek besar, mereka menyisir untuk memungut sampah yang berserakan.

Pesan Menjaga Indonesia Juga Dilontarkan Pasukan Pemungut Sampah

Tak hanya memungut sampah, mereka juga aktif menyosialisasikan tentang pentingnya menjaga lingkungan kepada para peserta. Pesan-pesan itu mereka sampaikan dengan berteriak bahkan ada yang membawa megaphone.

“Ayo bapak ibu, jagalah kebersihan. Buanglah sampah pada tempatnya. Jangan injak taman. Menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan juga merupakan upaya merawat Indonesia,” kata petugas kebersihan.

Rohmah, salah satu petugas kebersihan mengatakan, ia bersama ratusan teman lain memang datang untuk menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, mereka juga melakukan sosialisasi akan pentingnya menjaga kebersihan.

“Kami bertugas untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih. Selain itu, momentum ini juga kami gunakan untuk sosialisasi kepada masyarakat agar menjaga lingkungan, karena hal itu juga bagian dari menjaga Indonesia,” tegasnya.

Menurut Rohmah, banyaknya musibah bencana yang terjadi seperti banjir, pemanasan global dan sebagainya disebabkan karena masyarakat kurang perhatian terhadap lingkungan. Mulai dari hal kecil saja yakni membuang sampah pada tempatnya, banyak masyarakat yang belum peduli.

“Sebenarnya harus dimulai dari diri kita sendiri, baru ke lingkungan. Momentum ini sangat bagus bagi kami untuk sosialisasi, karena ada banyak masyarakat yang hadir,” tambahnya.

Ia berharap, dari sekian banyak masyarakat yang hadir, bisa sadar akan pentingnya menjaga kebersihan. Tentunya, mereka diharapkan pula akan menularkan energi positif itu kepada masyarakat yang lebih luas.

“Dimanapun, kapanpun dan siapapun, kita harus menjaga kebersihan lingkungan. Karena ini bagian dari mencintai negeri ini,” pungkasnya.

Dalam kesempatan lain, Kepala Kesbangpolinmas Provinsi Jateng, Achmad Rofai mengatakan, pihaknya mengerahkan 600 pasukan kebersihan dalam acara tersebut.

“Mereka selain bertugas membersihkan sampah, juga mengemban tugas sebagai agen lingkungan dengan mengampanyekan gerakan peduli kebersihan,” ucapnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *