Jelajah Trans Jawa, Ini Pengalaman Sepanjang Perjalanan Para Peserta

Jelajah Trans Jawa, Ini Pengalaman Sepanjang Perjalanan Para PesertaJAKARTA (Asatu.id) – Puluhan pesepeda peserta Jelajah Trans Jawa, akhirnya tiba di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Kamis (7/3) malam, setelah menempuh jarak kurang lebih 900 km dari Surabaya pada 4 Maret lalu. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun menemui mereka dan bergabung bersepeda keliling di sekitaran Senayan City.

Kepada Ganjar Pranowo, para pesepeda bercerita bila sepanjang 900 km para peserta telah mampir ke beberapa desa. Di antaranya Desa Jiwan, Madiun, Desa Lerep, Kabupaten Semarang, Desa Karangayu, Kendal serta Desa Krimun, Indramayu. Di desa-desa tersebut peserta melihat kemajuan infrastruktur serta pengelolaan dana desa.

Sebagian besar pesepeda berpendapat bila rute jalan dan infrastuktur yang dilalui, khususnya untuk rute Jateng hingga Jakarta kondisinya sudah bagus. Seperti diungkapkan oleh seorang peserta, Agnes Nora (36), seorang manajer di sebuah klinik kecantikan di Kota Semarang.

“Saya ikut (bersepeda) dari Surabaya sampai semalam tiba di Jakarta. Paling berkesan ketika melewati kota-kota dan kabupaten-kabupaten di Jawa Tengah sampai ke Jakarta. Kondisi sampai pelosok desa pun semakin bagus, baik itu jalannya maupun perkembangan desanya,” kata Agnes, yang sempat terjatuh saat berada di Madiun.

Pendapat senada juga dirasakan Benny Setiawan (30), petani asal Demak, Jateng yang sempat sujud syukur dan menangis ketika sepeda yang dikayuhnya tiba di kawasan Monas, Jakarta.

“Alhamdulillah, baru kali ini saya bersepeda hampir 1.000 km. Diterjang hujan seperti itu, tapi sampai juga. Memang ada titik yang jalannya bergelombang, misalnya di Madiun. Tetapi secara keseluruhan kondisi jalannya sudah mulus,” ujarnya.

Pesepeda lainnya, Mustafa atau akrab dipanggil Demus (70), menyatakan terima kasih atas banyaknya kemajuan dan pembangunan di berbagai daerah di wilayah Jawa. Dia mengikuti event itu dari Surabaya sampai Jakarta. Sepanjang rute yang dilewati, menurut Demus, kemajuannya sangat pesat.

“Kondisinya berbeda jauh dibandingkan tahun 2010, di mana saat itu saya juga mulai suka bersepeda. Pak Ganjar, tolong sampaikan ke Pak Presiden Jokowi bahwa kami berterima kasih kepada pemerintah atas pembangunan yang pesat hingga ke pelosok desa,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Ganjar Pranowo yang sempat mengajak para peserta makan siang di Kawasan Senayan City, Jakarta, menyatakan siap menyampaikan saran dan kritik dari para pesepeda kepada Presiden Joko Widodo.

“Kalau memang menemukan masih ada jalan yang rusak dan desa yang tertinggal sepanjang rute yang teman-teman lewati, silakan saja berikan kritik kepada Pak Presiden Jokowi, atau dilewatkan saya kemudian akan saya teruskan ke Pak Presiden Jokowi,” katanya di hadapan para pesepeda.

Ganjar juga menyampaikan apresiasinya kepada para peserta Jelajah Trans Jawa itu.(IS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *