Pemprov dan KNPI Ikut Bertanggung Jawab Tangkal Hoaks

SEMARANG (Asatu.id)  – Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi menuturkan, Pemprov bersama Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ikut bertanggung jawab untuk menangkal hoaks, ujaran kebencian, politik suku-agama-ras-dan antargolongan (SARA), dan politik uang (money politics).

“Dengan menangkal hoaks, ujaran kebencian, politik SARA dan money politics, maka nantinya yang terjadi pada Pileg dan Pilpres 2019 adalah damai, bertanggung jawab, dan jurdil. Saya yakin Jawa Tengah dapat melawan itu semua,” katanya.

Hal itu disampaikan Rukma saat menjadi nara sumber utama acara dialog Parlemen Radio dengan tema “Peran Pemuda dalam Demokrasi” di Magelang, baru-baru ini.

Narasumber lainnya, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Jateng Sinoeng Noegroho Rahmadi menyatakan, peran pemuda dalam konteks demokrasi sangatlah krusial. Hal itu karena pemuda nantinya sebagai tulang punggung negara untuk tahun-tahun berikutnya.

“Kalau bukan pemuda, siapa lagi penentu keberhasilan negara ke depannya. Saran saya untuk para pemuda adalah tetaplah mengambil peran-peran untuk apapun karena konteks kepemudaan setiap jam selalu ada perannya dan setiap peran dari pemuda memiliki posisi yang menentukan,” kata Sinoeng.

Dikatakannya, pada dasarnya pemuda harus memiliki peran dan fungsi yang strategis dalam akselerasi pembangunan, termasuk pula dalam proses kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Pemuda yang kerap disebut sebagai harapan bangsa itu merupakan aktor dalam pembangunan,” ucapnya.

Sementara, dalam kaitan peran pemuda dalam demokrasi, Ketua KNPI Jateng Tino Indra Wardono menegaskan bahwa KNPI merupakan stabilitator berbagai organisasi masyarakat yang ada di masyarakat. Pemuda harus dapat berperan aktif sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan dalam segala aspek pembangunan nasional.

“Hal terpenting dalam peran aktif pemuda sebagai kekuatan moral diwujudkan dengan menumbuhkembangkan aspek etik dan moralitas dalam bertindak pada setiap dimensi kehidupan kepemudaan, memperkuat iman, dan takwa serta ketahanan mental spritual, sekaligus meningkatkan kesadaran hukum,” ujar Tino. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *