Ingin Kerja di Jepang? Ini Saran Ketua DPRD Jateng

Ingin Kerja di Jepang? Ini Saran Ketua DPRD JatengSEMARANG (Asatu.id) – Jika Anda ingin bekerja ke luar negeri, selayaknya jangan modal nekat. Pelajari dulu budaya dan bahasa masyarakatnya di sana.

Ke Jepang, misalnya, negara yang selama ini sering jadi tujuan magang kalangan remaja lulusan SMA atau SMK.

Sebelum menginjakkan kaki di negeri sakura itu, ada baiknya kalau para TKI mempelajari adat dan kebiasaan masyarakatnya. Terutama soal bahasa.

Itulah salah satu tips sekaligus saran yang dilontarkan Ketua DPRD Jateng, Rukma Setyabudi, bagi kalangan remaja yang berniat bekerja ke Jepang. Menurut Rukma, tanpa memiliki “pegangan”, calon tenaga kerja Indonesia akan kesulitan menyesuaikan diri dengan kultur masyarakat Jepang yang memiliki etos kerja tinggi.

Hal itu disampaikan Rukma saat menjadi narasumber dalam acara Wedangan di Studio TVRI Jateng, Rabu (6/3) petang. Turut menjadi narasumber, Kepala SMKN 8 Luluk Wibowo dan Dr Hari Mulyanto selaku Kabid Pembinaan SMK.

Dalam diskusi tersebut, budayawan Prie GS yang sekaligus memandu acara, melontarkan pertanyaan-pertanyaan sederhana. Dikemukakannya, memiliki jumlah angkatan kerja yang cukup besar sudah barang tentu lowongan pekerjaanlah yang dicari. Jepang kerap menjadi negara yang dituju untuk mencari kerja.

“Keunggulan-keunggulan apa yang harus di persiapkan untuk anak-anak kita calon pemagang?” tanya Prie GS.

Rukma pus menjelaskan, beberapa hal-hal harus dipersiapkan calon tenaga kerja ke Jepang. Pergi ke Negari Bunga Sakura itu tidak cuma untuk mencari pekerjaan, namun juga bisa menciptakan kualitas hidup dalam pengetahuan dan pendidikan .

Pertama kalau ingin berangkat ke Jepang, paling tidak dibekali dengan pemahaman kebudayaan dan bahasa Jepang. Kedua, pendidikan keahlian sehingga tenaga kerja yang dikirim ke sana harus punya keterampilan.

“Kalau kita mempunyai keterampilan yang bagus, orang Jepang pun dapat menghargai tenaga kerja dari Indonesia,” tutur Rukma.

Menanggapi hal itu, Luluk Wibowo selaku Kepala SMK 8 menambahkan, ada beberapa ciri khas khusus untuk persiapan calon pemagang ke Jepang. Carediper merupakan pelayanan khusus dengan program empat tahun dan kebetulan saja di Jateng baru ada satu dan di Indonesia baru ada dua di Sentul, Bogor yakni SMK Darmawan .

Ia juga menjelaskan carediper merupakan keterampilan utama khusus guna melayani perawatan lansia dan kesehatan yang menjadi dasarnya.

Sementara untuk Dinas Pendidikan, Dr Hari mengemukakan, untuk program magang telah sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) No 9/16 tentang Revitalisasi SMK.

“SMK diminta menjelaskan kurikulumnya, punya mitra yang sudah berkerja sama dengan berbagai industri,pemenuhan guru-guru keterampilan yang mendidik,guna mnjadikan anak-anak yang berkompeten yang artinya mempunyai sertifikat kompetensi,” ungkapnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *