Selama Kampanye 2019, Bawaslu Kota Semarang Tangani 4.187 Pelanggaran

SEMARANG (Asatu.id) – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang, M Amin mengatakan selama masa kampanye Pemilu 2019, setidaknya di Kota Semarang sudah terjadi 4.187 pelanggaran pemilu yang ditangani Bawaslu Kota Semarang.

Menurutnya, sebanyak 4.180 pelanggaran merupakan pelanggaran administratif, sedangkan tujuh kasus lain merupakan dugaan pelanggaran pidana pemilu. Namun sayangnya, dari sekian banyak kasus tersebut hampir semua mentah dan tak berlanjut dengan sanksi.

“Ada satu putusan sidang yang kami putuskan, yaitu penanganan pelanggaran adjudikasi pelanggaran admisnistasi Pemilu 2019,” katanya, Minggu (3/3).

Lebih lanjut, Amin mengungkapkan, terdapat banyak kendala dalam menangani pelanggaran pemilu. Selain penanganan pelanggaran yang mengarah ke tindak pidana pemilu ada di Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu), minimnya saksi menjadikan pihaknya sangat kesulitan melengkapi bukti pelanggaran pidana pemilu.

“Sebenarnya banyak laporan dari masyarakat soal dugaan pelanggaran. Namun saat pelanggaran kami tindaklanjuti, banyak warga yang enggan menjadi saksi,” katanya.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan kepada Badan Pengawas Pemilu jika mendapati dugaan pelanggaran Pemilu 2019. Adapun cara melaporkannya, masyarakat dapat langsung melapor kepada Panwaslu, baik tingkat kelurahan, kecamatan, maupun kota.

“Bisa langsung menghubungi kami baik ke Bawaslu di tingkat Kelurahan, Kecamatan maupun langsung ke tingkat Bawaslu Kota,” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *