Kunjungi Panti Sosial, Taj Yasin Hibur Lansia dan Disabilitas

Kunjungi Panti Sosial, Taj Yasin Hibur Lansia dan DisabilitasPEMALANG (Asatu.id) – Suasana berbeda terasa di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Bojongbata, Pemalang, Selasa (26/2) petang. Canda dan derai tawa terdengar riuh di lingkungan panti sosial yang dihuni puluhan lanjut usia dan penyandang disabilitas sensorik netra.

Para penghuni panti tidak menyangka sore itu bakal bertatap langsung, berjabat tangan bahkan bisa memeluk Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. Kunjungan Gus Yasin, sapaan akrabnya menjadikan para penghuni panti terhibur dan bahagia.

Setibanya di panti, Wagub disambut salawatan dan musik rebana yang merdu yang syahdu. Tidak kalah memukau adalah lantunan lagu berjudul “Kemarin” yang dibawakan dengan apik oleh Dristarasta Band. Kelompok band beranggotakan tujuh personel semuanya penghuni panti tampil memukau.

“Terima kasih atas sambutan salawat dan rebananya. Teman-teman band juga lagunya enak didengar, suaranya sesuai musik dan arasemennya. Walaupun mempunyai kekurangan fisik namun di sisi lain memiliki kelebihan,” ujar wagub mengapresiasi penampilan Dristarasta Band.

Usai dialog dengan para penghuni panti, Gus Yasin yang datang bersama pegawai panti dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Jateng meninjau ruangan-ruangan dan menyapa para penghuninya. Tidak terkecuali para perempuan lansia yang tengah duduk santai di teras depan ruang kamar.

“Pripun mbah kabare, sehat? Simbah namanya siapa dan asalnya dari mana,” sapa Gus Yasin ramah.

Mendengar sapaan akrab dan ramah wagub, sejumlah lansia yang sedang bersantai langsung menyahut dengan penuh semangat. Senyum mereka mengembang, bahkan tidak jarang mereka tertawa lepas ketika mendengar celotehan-celotehan ringan dan lucu yang terlontar dari mulut teman mereka.

Nenek Sofa (75) salah satunya. Penghuni panti asal Cilegon, Jawa Barat itu mengaku menguasai tujuh bahasa asing.

Lain lagi dengan mbah Kartinah. Seolah tidak mau kalah dengan kisah nenek Sofa, perempuan berusia 70 tahun itu mengaku mengisi hari-hari senjanua dengan rajin melaksanakan ibadah salat dan puasa Senin-Kamis.

Tidak hanya berbincang dan bercengkrama dengan para lansia, mantan anggota DPRD itu mendatangi satu per satu ruang panti disabilitas sensorik netra dan menyapa para penghuninya. Penghuni yang sebagian besar pria itu kaget dan sempat tidak percaya didatangi seorang wakil gubernur.

Selain berjabat tangan, mereka juga memeluk tubuh putra ulama kharismatik KH Maimoen Zubair tersebut. Mereka mengaku sangat senang dan bangga bisa bertemu langsung dengan wakil gubernur.

Usai berkeliling ruangan panti Gus Yasin juga melihat proses pembuatan kerajinan tangan para penghuni panti. Salah satunya pembuatan sulak atau kemoceng dari tali rafia aneka warna. (IS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *