Masih Temukan Jalan Rusak Berulang, Hendi Minta Betonisasi Jadi Standart Pembangunan

SEMARANG (Asatu.id) – Pemerintah Kota Semarang terus melakukan perbaikan terhadap infrastruktur jalan,  baik jalan protokol maupun jalan-jalan di perkampungan.

Salah satu yang saat ini menjadi perhatian, yakni Jalan Widuri di Kelurahan Bangetayu Kulon. Saat ini kondisis Jalan Widuri I maupun Jalan Widuri II banyak berlubang, dan tidak rata.

Terkait hal itu, Walikota Semarang Hendrar Prihadi telah menginstruksikan kepada jajarannya, yakni Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, untuk segera melakukan perbaikan terhadap jalan tersebut.

“Jalan Widuri yang rusak ini seharusnya sudah diperbaiki. Tapi apa masalahnya? Apa ada truk lewat? Kalau iya kenapa struktur jalannya tidak pakai tulang? Kok pakai aspal?,” kata Hendi saat blusukan di wilayah Kelurahan Bangetayu Kulon, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Selasa (26/2).

Lebih lanjut, Hendi sapaan akrab Walikota itu mengungkapkan, dengan kondisi Jalan Widuri yang sering dilalui oleh truk, maka pihaknya mengusulkan untuk pembangunan jalan tersebut dengan metode cor beton.

“Jalan Widuri yang banyak dilalui truk bermuatan berat membutuhkan kekuatan beton yang dinilai lebih kuat dan mampu menahan beban besar dalam kurun waktu 10 tahun,” ungkapnya.

Menurut Hendi, betonisasi meski bertahap, akan lebih efektif jika dibanding sistem paving dan aspal. Pembangunan jalan dengan aspal atau paving akan rusak lagi dan anggaran akan berulang lagi.

Karenanya, dalam kesempatan tersebut Hendi langsung menginstruksikan Kepala Dinas PU dan Perkim untuk melakukan perbaikan di sepanjang ruas Jalan Widuri.

“Direncanakan mulai awal minggu depan, perbaikan jalan diperkirakan selesai Maret hingga awal April mendatang. Pengerjaan dimulai dengan proses levelling atau pengerasan untuk selanjutnya dicor beton,” ungkapnya.

Berbagai kendala dan permasalahan sebagaimana di Jalan Widuri tersebut, menurut Hendi, harus menjadi perhatian semua warga. Tidak hanya melalui agenda jalan sehat, tetapi berbagai uneg-uneg dan masalah warga diminta Hendi untuk disampaikan termasuk melalui Musrenbang.

“Temukan kendala yang menjadi titik lemah di wilayah masing-masing, perjuangkan dalam Musrenbang. Saya yakin yang bisa membuat wilayah ini baik dan hebat ya kita sendiri,” jelasnya.

Upaya mewujudkan jalan yang bebas dari genangan di wilayah timur juga telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang.

Pembuatan Pompa Sringin menjadi salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Semarang, guna mengurangi genangan di wilayah timur, termasuk daerah Kecamatan Genuk.

“Keberadaan pompa Sringin Insya Allah akan mampu mengurangi potensi genangan hingga 60-70 cm. Sebagai optimalisasi, pengerukan seluruh saluran tertier serta sekunder juga telah selesai dilakukan. Diharapkan pompa dan sistem akan sukses berjalan jika tidak ditemukan lagi daerah cekungan. Pengecekan dilakukan dengan menunggu curah hujan,” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *