Hasil Reses DPRD Terintegerasikan dengan RPJMD

Hasil Reses DPRD Terintegerasikan dengan RPJMDSEMARANG (Asatu.id) – Teliti, hati-hati, dan waspada menjadi kunci utama pengelolaan anggaran termasuk dalam tata kelola reses. Anggota DPRD wajib mematuhi hal itu mengingat penggunaan anggaran telah diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Penegasan itu menjadi poin utama sambutan Gubernur Ganjar Pranowo yang dibacakan Kepala Biro Pemerintahan Otonomi Daerah dan Kerja Sama Setdaprov Jateng, M Masrofi, dalam pembukaan bimbingan teknis (Bimtek) DPRD Jateng dengan topik Pedoman Pelaksanaan Reses DPRD Provinsi Jawa Tengah, di Hotel Lor In, Karanganyar, akhir pekan kemarin.

“Saya titip kepada anggota DPRD untuk bersama-sama menyerap apa yang diinginkan warga. Pengentasan warga dari kemiskinan, pengangguran, infrastruktur tetap menjadi fokus utama program kerja daerah,” ungkap gubernur.

Wakil Ketua DPRD Jateng Ahmadi yang membuka acara juga menekankan, masa reses untuk menutup masa sidang I akan dilakukan selama delapan hari terhitung mulai Senin (25/2) sampai Selasa (5/3).

Reses berfungsi untuk menyerap aspirasi masyarakat untuk kemudian diintegerasikan dengan ekesekutif melalui rencana program jangka menengah daerah (RPJMD) untuk kemudian dimasukkan dalam rencana kerja pembangunan daerah.

“Karena reses masuk masa kampanye, hendaknya semua anggota DPRD fokus pada penyerapan aspirasi. Masyarakat Jawa Tengah masih membutuhkan “pemerintah” hadir di tengah-tengah mereka. Adalah kita untuk menjadi jembatan untuk menghubungkan masyarakat dengan pemerintah,” ungkap politikus PKS itu.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *