Dukung UMKM Bank Jateng Gelar Pelatihan MBS

Dukung UMKM Bank Jateng Gelar Pelatihan MBSSEMARANG (Asatu.id) – Bank Jateng Cabang Ungaran mengadakan pelatihan Micro Business Simulation (MBS) kepada para pelaku UMKM dari Paguyuban Pujasera Alun-alun Bung Karno di Ruang Sidang Lantai II Bank Jateng Cabang Ungaran, Kabupaten Semarang, yang berlangsung selama dua hari 19 – 20 Februari 2019.

Dalam kegiatan pelatihan itu sendiri, Bank Jateng cabang Ungaran melibatkan trainer Bank Jateng yang telah memiliki sertifikasi, yaitu Febrian Mulya Arif dari Bank Jateng Capem Weleri.

Pemimpin Bank Jateng Cabang Ungaran Ismanto menyampaikan pelatihan ini adalah salah satu bentuk komitmen Bank Jateng yang selalu mendukung pelaku UMKM dengan tidak hanya memberikan pinjaman akan tetapi juga memberikan pelatihan.

“Dengan pelatihan tersebut harapanya dapat meningkatkan hubungan kerjasama yang baik antara Bank Jateng dengan para pelaku UMKM di Ungaran dan sekitarnya,” katanya.

Lebih lanjut, Ismanto mengungkapkan, pelatihan Micro Business Simulation sendiri adalah program kerja sama antara Bank Jateng dengan SBFIC (Saving Bank For International Cooperation) tentang cara menjalankan usaha skala mikro/kecil dengan memperhatikan kaidah-kaidah manajemen usaha yang baik.

“Micro business simulation menggunakan pemdekatan pembelajaran berbasis masalah, kemudian peserta melalui simulasi bertindak sebagai pemilik usaha yang mengambil keputusan bisnis, peserta merasakan hasil/akibat dari keputusan bisnisnya sebagai sebuah umpan balik, kemudian peserta menerapkan pengetahuan yang diperolehnya dalam training sebagai sebuah solusi dan kemudian pengalaman tersebut digunakan dalam mengelola usaha sehari-hari,” paparnya.

Sementara itu, salah satu peserta pelatihan Muhammad Iqbal mengaku pelatihan yang digelar oleh Bank Jateng cabang Ungaran sangat bermanfaat bagi para pelaku UMKM. Dengan peatihan ini menurutnya, banyak hal yang didapat tentang bagaimana menjalankan usaha kecil hingga bisa berkembang.

“Dari sini baru pertama kali mendapatkan pelatihan sejenis ini. Dimana peserta harus selalu aktif memainkan simulasi dan berdiskusi, tidak hanya mendengarkan penjelasan dari pembicara, pelatihannya menyenangkan dan tidak membosankan tambahnya,” imbuhnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *