Dafam Hotel Management Operasikan Villa Kayangan Tegallalang

Dafam Hotel Management Operasikan Villa Kayangan TegallalangSEMARANG (Asatu.id) – Nama besar Bali sudah demikian lekat dengan budaya dan seni. Betapa tidak? masyarakatnya begitu menjunjung tinggi adat-istiadat warisan nenek moyang yang tercermin dari kehidupan sehari-hari.

Sebuah pemandangan biasa di Bali ketika melihat seorang wanita menghaturkan Canangsari (sesaji yang berisikan aneka bunga) setiap pagi sebelum melakukan aktifitas sehari-hari. Hal ini dipercaya agar segala aktifitas yang akan dikerjakan sejak pagi akan berjalan lancar dan diberkati Yang Maha Kuasa.

Hal lain yang tidak dapat di pisahkan dari Bali adalah karya seni. Sebut saja Tari Kecak dan Tari Barong meskipun namanya mendunia namun keasliannya tetap terjaga. Hal tersebut menjadi daya tarik utama pelancong dari seluruh dunia datang berkunjung dan wisata ke Bali tiap tahunnya.

Bila berbicara pusat seni dan budaya di Pulau Bali hanya satu nama yang terucap yaitu Ubud, yang terletak di Kabupaten Gianyar Bali. Ubud berada sekitar 25 km sebelah utara Kota Denpasar dan dapat ditempuh 1 jam perjalanan menggunakan kendaraan.

Meski tak memiliki pantai, Ubud menawarkan segudang keindahan alam yang eksotis, pentas seni budaya, serta hasil kerajinan masyarakat yang khas. Ubud pernah menjadi lokasi pembuatan film “Eat, Pray & Love“ yang dibintangi oleh Julia Robets. Ubud menawarkan keindahan alam pedesaan bagi siapapun yang ingin menjelajahinya.

PT. Dafam Hotel Management setelah mengoperasikan Hotel Dafam Savvoya Seminyak Bali, Villa Savvoya Seminyak Bali dan Mola2 Resort Gili Air Lombok, tahun ini menambah pengelolaan properti di area Bali bekerjasama dengan PT Bali Resort Eksotis untuk pengelolaan “Villa Kayangan “ Tegallalang Ubud Bali.

Dafam Hotel Management Operasikan Villa Kayangan TegallalangPenandatanganan MOU telah dilakukan Sabtu, 23 Februari 2019 oleh Bapak Anak Agung Gde Anom Raharja selaku Direktur Utama PT Bali Resort Eksotis dengan Bapak Andhy Irawan, CEO PT. Dafam Hotel Management. Villa Kayangan, Tegallalang Ubud Bali akan beroperasi pada Mei 2019.

Villa Kayangan menempati lahan seluas 2700 m2 dan berada di kawasan persawahan yang menyejukkan pada ketinggian kurang lebih 500 meter dpl dengan banyak sungai dan ngarai yang melewatinya.

Villa Kayangan berkonsep Villa Resort dengan “wooden” dan di kelilingi oleh “rice field” dan teras. Villa ini mempunyai fasilitas 12 Villa dengan kategori kamar, Private Villa, Pool Side Villa dan Exclusive Villa. Fasilitas lainnya adalah Restaurant, Sanken Bar, main pool dan juga private pool.

Keunggulan lain Villa Kayangan adalah hanya 15 menit ke pusat Ubud Monkey Forest, museum Antonio Blanco, selain itu 10 menit menuju Tegalalang Rice Teras, 30 menit ke Tirta Empul, Tampak Siring, Pasar Sukawati dan 1,5 jam menuju Bandara.

Dengan lingkungan yang masih alami, Ubud menjadi inspirasi bagi para seniman. Denyut nadi kehidupan masyarakat Ubud tidak bisa dipisahkan dari kesenian sehingga mudah di sana untuk menemui galeri-galeri seni.

Selain area persawahan Petulu Gunung tempat habitat pelestarian Bangau Putih, Persawahan Ceking Tegalalang yang menjadi objek wisata, di beberapa tempat juga tersedia trek khusus untuk meniti jalan di persawahan mau berjalan kaki ala trekking, bersepeda santai atau melaju di jalur off-road dengan ATV akan menjadikan Ubud sebagai pilihan wisata di Pulau Bali.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *