BEM Fakultas Hukum USM Gelar Seminar Penerapan 4 Pilar Bangsa

SEMARANG (Asatu.id) – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Semarang (USM) gelar seminar Lawphoria dalam Penerapan 4 Pilar Bangsa Era Milenial dengan tema ‘Arti Penting Konsensus Nasional Bagi Indonesia Masa Kini’ di Auditorium Ir Widjiatmoko USM , Kamis (21/2).

Kegiatan ini diikuti 300 peserta Mahasiswa USM serta delegasi peserta SMA dan SMK dan Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Semarang .

Dalam seminar ini panitia menghadirkan narasumber Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jawa Tengah Rr Maria Tri Mangesti SE, Alex Efendi SH MH dari Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah , dan  Mukharom SHI MH   dari Akademisi Fakultas Hukum USM.

Dalam kesempatan itu  Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jawa Rr Maria Tri Mangesti mengatakan 4 pilar kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika sangatlah penting untuk dipegang teguh.

“Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan Negara tidak cukup hanya sebagai bingkai kehidupan. Namun harus dipahami serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari agar, terwujud generasi milenial yang total dalam mencintai bangsa dan negara,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Maria mendorong agar masyarakat lebih memahami dengan menggunakan akal sehat, dengan merawat dan menjaga Kebhinekaan dalam bingkai Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kebhinekaan itu sebenarnya sudah ada di pergaulan lingkungan sekitar. Di negara Indonesia sendiri pada dasarnya memiliki multy culture berbagai macam – macam suku, bahasa, agama, dan lain- lain “ tambahnya.

Sementara itu, Ketua BEM FH Regita Pramesti mengatakan, kegiatan seminar Lawphoria dalam Penerapan 4 Pilar Bangsa Era Milenial merupakan gelaran yang sangat penting untuk diikuti oleh para mahasiswa.

“Harapannya setelah acara ini teman- teman semua tahu bahwa selama ini sosial media bisa untuk mengeksplorasi diri dan berharap 4 pilar kebangsaan. Ini bisa diterapkan oleh teman-teman semua dengan kesadarannya,” imbuhnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *