Ketua DPRD Jateng Bangga Produk Boyolali Tembus Walt Disney

Ketua DPRD Jateng Bangga Produk Boyolali Tembus Walt DisneySEMARANG (Asatu.id) – Ketua DPRD Jawa Tengah, Rukma Setyabudi, belum lama ini mengunjungi proses pembuatan souvenir buatan tangan di  PT Pearland Indonesia di Desa Ngadirojo, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali. Kerajinan tangan berkualitas tinggi itu sudah berhasil menembus pasar bergengsi di mancanegara.

Melihat proses pembuatan souvenir secara langsung, membuat Rukma Setyabudi tambah kagum. Dipandu Direktur PT Pearland, Bagus Purseno, orang nomor satu di jajaran wakil rakyat Jateng itu melihat proses dari awal hingga kerajinan berbahan porselen dan resin itu menjadi barang ekspor.

Dimulai dari tahapan desain, proses ini dikerjakan oleh tenaga profesional, sebagian berasal dari lulusan seni desain yang berpengalaman di bidang desain hingga purwarupa. Kemudian berlanjut ke bagian pencetakan dan finishing yang dikerjakan oleh karyawan yang hampir seluruhnya berasal dari daerah sekitar pabrik.

Di sela peninjauan, Bagus menjelaskan, pada awalnya pabrik didirikan di Tangerang pada 1997 namun pada 2013 dipindahkan ke Dusun Karang, Kecamatan Ampel, Boyolali. Diawal produksi, teknisi didatangkan dari luar negeri, seiring berjalannya waktu proses alih teknologi dan keahlian berhasil dilakukan, sehingga saat ini karyawan berjumlah 1.150 orang seluruhnya dari dalam negeri.

Yang membanggakan, 90 persen produk dari pabrik itu dikirim untuk pasar ekspor ke beberapa negara, terutama ke Amerika Serikat, Kanada, Inggris, dan Australia. Bahkan Walt Disney yang nota bene salah satu raksasa industri hiburan kelas dunia hingga saat ini masih setia menjadi pelanggan tetap untuk produk porcelain figurine dan merchandise yang dihasilkan pabrik itu.

Mengenai gempuran produk dari Tiongkok, pihaknya tidak terlalu khawatir, pasalnya secara kualitas produknya berani diadu meski harganya lebih mahal.

“Barang kita meski lebih mahal, tapi kualitasnya berani diadu, kuntungan kita karena dibuat secara hand made, produk kita lebih berkarakter ketimbang produk china”, jelasnya.

Di akhir kunjungannya, Rukma berpesan agar pemerintah harus mendorong pengusaha kita untuk membuat terobosan untuk ekspor sehingga produk kerajinan Jateng bisa go internasional dan menjadi kebanggaan bersama.

“Kita harus mendorong pengusaha lokal untuk bisa bermain di kancah internasional, dengan pola padat karya semacam ini. Pertama kita memberdayakan secara luas kepada masyarakat, yang kedua memberikan pendidikan keahlian khusus kepada tenaga kerja kita”, tutur Rukma yang didampingi Sekretaris DPRD Jateng, Urip Sihabudin.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *