SMP N 16 Terdampak Pembangunan Tol, Disdik Kaji Bangunan Sekolah Dipindah atau Direvitalisasi

SEMARANG (Asatu.id) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang masih melakukan pengkajian terkait SMP Negeri 16 Semarang yang terkena imbas dari pembangunan tol Semarang – Batang.

“Kami dari Dinas masih mengkaji, apakah akan dilakukan relokasi atau justru merevitalisasi SMP N 16 yang terkena dampak proyek pembangunan tol Semarang-Batang,” kata M Buyung Nasution, dari Dinas Pendidikan Kota Semarang saat rapat koordinasi dengan Komisi D DPRD Kota Semarang, Rabu (13/2).

Lebih lanjut Buyung mengungkapkan, setelah terkena pembebasan lahan 1.777 m2, perkiraan dari sisa lahan sekitar 7.000 m2 sekolah masih bisa berjalan lancar. Tapi ternyata terkena pembebasan lahan lagi tahap kedua sebesar 1.889 m2, sehingga sisa lahan sekolah tinggal hanya separo atau sekitar 5.403 m2.

“Ini yang kemudian menjadi polemik. Karena standar unit sekolah baru (pembangunan sekolah baru) kalau sesuai aturan Permendiknas lahannya cukup 4.100 m2, sehingga sekolah tidak perlu untuk direlokasi, tapi cukup hanya dilakukan revitalisasi,” ujarnya.

Di sisi lain, lanjut Buyung, SMP 16 merupakan sekolah reguler, bukan unit sekolah baru. Sementara untuk luasan lahan yang sesuai di lapangan seluas 7.695 m2, padahal sisanya hanya 5.403 m2, untuk ruang dan fasilitas.

“Kemungkinan perlu untuk relokasi. Saat ini masih dicarikan solusi,” ujarnya.

Menurut di,  pihaknya saat ini tetap menyiapkan kedua opsi tersebut, yaitu merevitalisasi atau merelokasi. Jika direvitalisasi, maka yang perlu jadi pertimbangan, saat ini SMP 16 sudah tidak punya akses ke jalan utama, yaitu Jalan Prof Hamka.

“Jika direvitalisasi sekolah juga harus dibangun minimal empat lantai, di mana tentu harus dilihat kelayakannya,” ungkapnya.

Selain itu, sambungnya, karena tidak ada akses utama, maka kemungkinan akan terjadi krodit di Jalan Solanji. Padahal jalan tersebut notabene merupakan jalan kampung, sehingga akan mengganggu ketertiban umum.

Sedangkan jika dilakukan relokasi, papar dia, sampai saat ini belum ditemukan tempat yang cocok untuk memindah SMP 16 tersebut. Pemerintah Kota Semarang masih mencari lokasi yang tepat berdasarkan kategori-kategori yang ditentukan untuk keamanan dan kenyamanan.

“Lokasi untuk relokasi sekolah tersebut nantinya akan diajukan oleh bagian aset Kota Semarang ke pihak Jasa Marga. Lahan tersebut nantinya diharapkan akan dibayar oleh Jasa Marga sebagai ganti rugi kepada pemerintah kota,’” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *