Pembayaran Upah Diminta Tak Rugikan Karyawan

SEMARANG (Asatu.id) – Komisi E DPRD Jateng melakukan kunjungan kerja ke PT Aroma Sukowati yang ada di Sragen, Selasa (12/2). Kunjungan itu dilakukan untuk memonitor perusahan melaksanakan kebijakan pemerintah terkait pengupahan dan hak-hak pekerja.

Rombongan Komisi E yang dipimpin Kadarwati dan Wakil Ketua DPRD Ahmadi, diterima Direktur PT Aroma Sukowati, Sri Wulandari. Ahmadi menyatakan, pemerintah punya tanggung jawab yang sama untuk mengurangi pengangguran.

“Baiknya perusahaan mengikuti regulasi pemerintah agar saling bekerja sama guna menjaga investasi dan dunia kerja di Sragen,” kata Ahmadi.

Sementara anggota Komisi E lain, Endrianingsih menjelaskan, mekanisme pemberian upah harus sesuai aturan yang berlaku. Termasuk pada upah lembur pun, perusahaan juga harus memiliki hitungan yang komprehensif supaya tidak merugikan karyawan.

“Bagaimana sistem pemotongan upah karyawan. Kalau upah yang didapatkan karyawan Rp 1.683.500, sebaiknya jangan dipotong terlalu banyak,” kata Endri.

Menanggapi hal itu, Sri Wulandari selaku Direktur mengatakan, karyawan mempunyai hak-hak yang sewajarnya bagaimana karyawan bekerja dan tidak saling merugikan.

Ia juga mengatakan banyak tambahan upah yang diberikan kepada pekerja terkait pekerjaan lembur serta ada apresiasi pekerja berupa tunjangan kehidupan misalnya BPJS.

Komisi E memberikan apresiasi baik pada PT. Aroma Sukowati. Perusahaan dinilai bisa memberikan suasana hubungan industrial yang harmonis dengan karyawan. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *