2019, Pemkot akan Rehab 1.162 RTLH

2019, Pemkot akan Rehab 1.162 RTLHSEMARANG (Asatu.id) – Pemerintah Kota Semarang targetkan pembenahan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 1.162 di tahun 2019. Hal ini disampaikan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat kegiatan launching program rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), di Kecamatan Pedurungan, kemarin.
“Akan ada dua tahap pengerjaan, tahap pertama sebanyak 500 rumah yang akan dikerjakan sebelum bulan April, dan tahap kedua sisanya akan dikerjakan hingga akhir 2019,” katanya.
Lebih lanjut, Hendi sapaan akrab Walikota itu mengungkapkan, dalam program rehab RTLH Kali ini, Pemkot Semarang menggandeng Gabungan Pengusaha Konstruksi Indonesia (Gapensi) untuk pengerjaannya.
Menurutnya, perlu adanya koordinasi antara dinas, tim teknis, konsultan pengawas dan masyarakat agar pengerjaannya rehab RTLH bisa berjalan lancar.
“Artinya ada beberapa program RTLH yang selalu kita evaluasi. Pertama, sasaran penerima RTLH harus tepat. Yang rumahnya cukup bagus, orangnya kategori mampu tapi dapat program ini pasti keliru,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Ali mengatakan sejak tahun 2011 hingga 2019, pemerintah kota Semarang telah berhasil merehab 5.000 rumah. Sisanya, masih ada sekitar 8.000 rumah yang perlu dilakukan perbaikan dan rehab.
“Masih banyak rumah yang harus direhab. Dana pemkot kan terbatas sehingga kami cari dana dari Provinsi dan Pemerintah pusat,” katanya.
Hasilnya, tahun 2019 ini, sebanyak 1.000 unit rumah akan direhab dengan Dana Alokasi Khusus dan 162 unit rumah dengan dana APBN bantuan pusat.
“Tahun ini ada sekitar Rp. 16 miliar dana yang digelontorkan untuk rehab 1.162 RTLH,” imbuhnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *