Jokowi Akhirnya Batalkan Remisi Dalang Pembunuh Wartawan

Jokowi Akhirnya Batalkan Remisi Dalang Pembunuh WartawanSEMARANG (Asatu.id) – Setelah mendapat protes dari sejumlah unsur masyarakat, terutama kalangan wartawan, Presiden Joko Widodo akhirnya mencabut remisi I Nyoman Susrama, dalang pembunuhan wartawan Radar Bali, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa.

Pencabutan remisi ini dilakukan Jokowi bertepatan dengan perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2019. Puncak Peringatan Hari Pers Nasional, berlangsung di Grand City Convention and Exhibition, Surabaya, Sabtu (9/2).

“Sudah, sudah saya tandatangani. Ini menyangkut rasa keadilan di masyarakat,” tutur Jokowi.

Sebelumnya, pemerintah memberikan hak Susrama, yakni remisi pada awal 2019 lalu. Namun sejumlah unsur masyarakat, terutama profesi wartawan memprotesnya. Mereka menyebut remisi itu tidak adil.

Pembatalan remisi itu seniri, menurut Jokowi, telah sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam Undang- Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi. Bentuk pembatalannya adalah dengan merevisi Keputusan Presiden Nomor 29 Tahun 2018 tentang remisi bagi Susrama yang sempat dikeluarkan sebelumnya.

“Saya perintahkan kepada Dirjen Lapas Kemenkumham menelaah dan mengkaji pemberian remisi itu. Kemudian Jumat kemarin telah kembali di meja saya. Sudah sangat jelas sekali sehingga sudah diputuskan, sudah saya tandatangani untuk dibatalkan,” ujar Jokowi.

Susrama adalah dalang pembunuhan terhadap wartawan Radar Bali, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa pada 2009 silam. Ia divonis bersalah dan dijatuhi hukuman seumur hidup.

Namun awal 2019, pemerintah memberikan remisi perubahan hukuman kepada Susrama menjadi 10 tahun penjara lewat Keputusan Presiden Nomor 29 Tahun 2018 tentang remisi atas Susrama. Pemberian remisi itu menimbulkan polemik dan protes dari kalangan pers.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *