Geng Motor Pelaku Aksi Teror Bukan Keluarga Bikers Semarang

Pramudho Sasmito Adhi, Ketua Keluarga Besar Bikers Semarang

SEMARANG (Asatu.id) –Ketua Keluarga Besar Bikers Semarang (KBBS) Pramudho Sasmito Adhi menyesalkan kejadian teror geng motor yang terjadi di Kota Semarang, baru-baru ini. Ia menegaskan, kelompok geng motor tersebut bukan termasuk bagian dari Keluarga Besar Bikers Semarang (KBBS).

“KBBS tidak menaungi geng motor, jadi mereka tidak tergabung dalam club atau komunitas KBBS,” katanya kepada Asatu.id, Senin (4/2).

Lebih lanjut, Pram sapaan akrab Pramudho Sasmito Adhi itu melihat, fenomena geng motor yang menimbulkan kerusuhan atau penyerangan tanpa sebab tersebut, merupakan hal yang tidak patut untuk ditiru. Ia melihat mencari ketenaran dengan membuat kerusuhan merupakan tindakan yang tidak dibenarkan.

“Mereka itu ibratnya pengin eksis, pengin tenar, namun salah jalan. Mungkin supaya mereka lebih dikenal,  tapi salah jalan, dan itu tidak dibenarkan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan kepada pihak berwajib, jika melihat keberadaan geng motor yang membuat kekacauan tersebut.

“Masyarakat harus berani, dan segera melaporkan ke pihak berwajib, bila perlu difoto dan divideo kan jika melihat geng motor yang mengganggu ketertiban umum itu,” tegasnya.

Pram juga mengungkapkan, KBBS bukan merupakan sebuah geng motor, melainkan organisasi yang menaungi club-club motor yang ada di Kota Semarang. Sudah dipastikan, geng motor yang melakukan kekacauan tersebut bukanlah bagian dari KBBS.

“KBBS mencoba untuk mengklarifikasi bahwa mereka bukan bagian dari kita. Kita sudah koordinasi dengan pihak berwajib, sehingga kami (KBBS -red) tidak dikaitkan atas kejahatan geng motor itu,” katanya.

Menurutnya, kegiatan dari KBBS sebagaian besar merupakan kegiatan yang positif, dan tetap menjaga ketertiban umum. Salah satu kegiatan yang dilakukan rutin, yakni kegiatan sosial.

“Kegiatan kita  antara lain Kopdar yang dilakukan setiap hari Jumat untuk komunitas dan club. Satu bulan sekali KBBS juga ada rapat koordinasi, selain itu kita juga ada pendampingan Kopdar Gabungan, dan kegiatan sosial kita juga rutin selenggarakan,” ungkapnya.

Pram menyebut, semua kegiatan yang dilakukan oleh club yang di bawah KBBS baik kegiatan kopdar ataupun lainya terpantau dan dipastikan kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang positif.

“Kami di sini menciptakan komunitas bikers itu untuk melakukan kegiatan  positif. Karena ini salah satu niat kita untuk memajukan Kota Semarang, di mana semakin banyak klub atau komunitas di Kota semarang, Kota Semarang semakin ramai. Dan disini KBBS itu induk yang menaungi klub motor di Kota Semarang , jumlah ada 74 club/komunitas motor di Kota Semarang,” katanya.

Dia berharap pihak berwajib dapat segera menangkap atau membersihkan Kota Semarang dari geng-geng motor yang menganggu ketertiban umum.

“Harapannya, pihak berwajib dapat menyelesaikan atau membersihkan geng motor yang mengganggu masyarakat tersebut, karena saya takutnya KBBS akan jadi kambing hitam dengan adanya aksi geng motor itu,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, baru-baru ini sosial media digegerkan terkait adanya penyerangan secara brutal di salah satu lokasi di Kota Semarang oleh sekelompok geng motor. Hal tersebut sempat membuat warga Kota Semarang cemas, mengingat sebagian besar anggota geng motor tersebut dibekali dengan senjata tajam.

Dari salah satu akun Media Sosial Facebook, Jeje Nisa‎ memposting sebuah vidio penyerangan yang dilakukan oleh sekelompok pemuda dengan menggunakan sepeda motor kepada warga yang tengah duduk di pinggir jalan pada Minggu (3/2) dini hari lalu.

“Penyerangan di Burjo Holic Tirto Agung, Gendingan Tembalang, dini hari tadi.  Motif kurang jelas, pelaku kebanyakan remaja,” cuitan Jeje Nisa‎ dalam postingannya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *