Bawaslu Kota Semarang akan Rekrut 4.534 Pengawas TPS

SEMARANG (Asatu.id) – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Semarang mengaku akan merekrut 4.534 pengawas TPS yang ditugaskan di 16 kecamatan. Perekrutan tenaga pengawas ini dilakukan untuk menyukseskan pesta demokrasi rakyat lima tahuna yang digelar 17 April mendatang.

Berdasarkan keputusan Bawaslu RI Nomor : 0027/K.Bawaslu/HK..01.001/I/2019 tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan Pembentukan Pengawas TPS pendaftaran dimulai tanggal 11-21 Februari 2018, untuk penerimaan pendaftaran, pemeriksaan berkas dan wawancara.

“Proses pembentukan PTPS dilakukan oleh Panwaslu Kecamatan dibantu Panwaslu Kelurahan oleh karena itu bagi masyarakat yang akan mendaftar bisa mendatangi kantor pengawas di wilayahnya masing-masing”, ungkap Ketua Bawaslu Kota Semarang M Amin SAP dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (2/2).

Agar perekrutan sesuai dengan regulasi, Bawaslu Kota Semarang juga mengaku akan melakukan supervisi dan monitoring dalam proses seleksi ini.

“Mengenai persyaratan minimal berusia 25 tahun pendidikan minimal SLTA/sederajat dan membuat surat keterangan sehat dari puskesmas,” jelasnya.

Dia menjelaskan, syarat utama menjadi PTPS harus nonpartisan dan berintegritas. Hal itu lantaran Pemilu 2019 terkesan rumit dan rawan konflik, sehingga pihaknya mengaku akan merekrut PTPS yang berkualitas dan netral.

“Diharapkan ini bisa mengawasi pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara dengan maksimal dan bisa menjadi wasit jika terjadi konflik di TPS tempatnya bertugas,” terangnya.

Sementara itu, jelas dia, tugas di atas Bawaslu Kota Semarang nantinya juga akan memberikan bimbingan teknis agar PTPS juga bisa menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan money politics yang dilakukan oleh peserta Pemlilu 2019. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *